PROFIL PRIBADI
Nama Lengkap : Aburizal Bakrie
Agama : Islam
Tanggal Lahir : Jumat, 15 November 1946
Warga Negara : Indonesia
Pendidikan :
Fakultas Elektro
Institut Teknologi Bandung, 1973
PROFIL BISNIS
Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical adalah politikus dan pengusaha.
Dia lahir di Jakarta pada 15 November 1946 dari keluarga pengusaha Achmad
Bakrie yang memang sudah tersohor. Pria yang akrab disapa Ical ini terbukti
mampu meneruskan bisnis sang ayah, dan bahkan makin sukses kala beliau memimpin
Grup Bakrie pada tahun 1992 hingga 2004. Sejak lulus kuliah hingga tahun 1992
Aburizal Bakrie telah dipercaya untuk memegang banyak jabatan penting di Grup
Bakrie antara lain direktur, wakil direktur utama, dan direktur utama. Di bawah
pimpinannya, Grup Bakrie melebarkan sayap ke berbagai bidang seperti
pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media
massa.
Menurut analisis para ekonom, kepiawaian manajemen untuk melihat peluang
dan waktu pengambilan keputusan menjadi kunci kesuksesan Bakrie. Mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla pun pernah menyatakan kebanggaannya pada Ical karena ia
adalah orang pribumi pertama yang mendapat titel orang terkaya di Indonesia.Selama
menduduki Ketua Umum KADIN, Ical telah berhasil menjadikan KADIN sebagai
organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. Pada masa
kepemimpinan beliau, KADIN berhasil menuntaskan kasus penyelundupan gula, kayu,
beras yang saat itu marak terjadi. Hingga saat ini pun Aburizal Bakrie masih
lekat dengan image sebagai ketua KADIN meskipun telah lama turun dari jabatan
itu. Selain di kancah bisnis dan politik, beliau ternyata juga pernah mengetuai
Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) pada tahun 1985 – 1993. Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober
2009 ini dilantik sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko
Kesra) dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada 5 Desember 2005 setelah sebelumnya
menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang
sama.
Pada bulan Mei 2006, areal sumur
pengeboran gas alam milik Lapindo Brantas Inc., salah satu unit usaha Grup
Bakrie, keluar semburan lumpur panas. Bencana itu telah membuat lebih dari 10
ribu orang mengungsi dan 400 hektar lahan terendam, termasuk sawah, rumah,
pabrik dan sekolah. Jalan poros menuju kota Surabaya pun rusak dan akibatnya
perekonomian Jawa Timur sempat lumpuh. Di sisi lain, Ical masuk jajaran orang terkaya versi Forbes pada tahun
2006. Kekayaan Ical dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk
(BUMI). Ical dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia.
Dia juga bertahan selama enam tahun di posisi 40 orang terkaya se-Indonesia
selama enam tahun.
PRESTASI
·
Ketua Umum DPP Partai
GOLKAR (2009 - 2014)
·
Anggota Dewan
Penasehat DPP Partai GOLKAR (2004 - 2009)
·
Anggota Dewan Pakar
ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) (2000 – 2005)
·
Presiden Asean Chamber
of Commerce & Industry (1996 – 1998)
·
International
Councellor Asia Society (1996 – 1997)
·
Ketua Umum KADIN
(Kamar Dagang dan Industri Indonesia) selama 2 periode (1994 - 2004)
·
Anggota Dewan
Penasehat, International Finance Corporation (1993 – 1995)
·
Komisaris
Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004)
·
Presiden ASEAN
Business Forum selama 2 periode (1991 – 1995)
·
Wakil Ketua Umum,
KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil (1988 – 1993)
·
anggota MPR-RI selama
2 periode (1988 - 1998)
·
Wakil Ketua, Asosiasi
Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia (1984 – 1988)
·
Ketua Umum, HIPMI
(Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (1977 – 1979)
·
Ketua Umum, Gabungan
Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia (1976 – 1989)
·
Ketua Departemen
Perdagangan HIPMI (1975)
·
Wakil Ketua Departemen
Perdagangan HIPMI (1973 – 1975)
·
Forbes merilis daftar
orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total
kekayaan US$ 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup
drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30.
·
1997 Penghargaan
“ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
·
1995 Pengharagaan
“Businessman of the Year” dari Harian Republika
·
1986 Penghargaan “The
Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce
Nama Lengkap : Muhammad Jusuf Kalla
Agama : Islam
Tempat Lahir : Watampone, Sulawesi Utara
Tanggal Lahir : Jumat, 15 Mei 1942
Hobby
: Membaca | Menulis
Warga Negara : Indonesia
Pendidikan : - Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967.
-The European Institute of Business
Administration Fountainebleu, Prancis (1977)
PROFIL BISNIS
Jusuf Kalla lahir di Watampone, 15 Mei
1942 merupakan anak kedua dari 17 bersaudara. Semasa muda, Kalla banyak
menghabiskan waktu untuk berorganisasi kepemudaan. Pengalaman berkecimpung
dengan organisasi berhasil mengantarkan Kalla untuk menjadi orang kedua di
Indonesia pada tahun 2004-2009. Awal nama Kalla dikenal pada tahun 1968, saat dirinya menjadi CEO NV Hadji
Kalla. Di bawah kepemimpinan Kalla, perusahaan NV Hadji Kalla berkembang kian
pesat. Dari semula hanya sekedar bisnis ekspor-impor menjadi meluas ke bidang
perhotelan, konstruksi penjualan kendaraan, kelapa sawit, perkapalan, real
estate, transportasi, peternakan udang, dan telekomunikasi.
Karir politiknya bermula saat dirinya
menjabat sebagai ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Sulawesi Selatan
pada tahun 1960-1964. Berlanjut menjadi ketua HMI cabang Makassar pada tahun
1965-1966. Tak puas sampai di sana, pada tahun 1967-1969 Kalla menjadi ketua
Dewan Mahasiswa Universitas Hasanudin dilanjutkan sebagai ketua Dewan Presidium
Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada tahun 1967-1969. Bakat dagang yang diturunkan oleh sang
ayah rupanya tak menguap sia-sia. Sebelum terjun di dunia politik, Kalla sempat
menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda). Anak dari
pasangan H. Kalla dan Athirrah ini dulunya dikenal sebagai pengusaha muda dari
perusahaan milik keluarga bendera Kalla Group.
Pada tahun 1965, setelah pembentukan
Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), Kalla terpilih menjadi
ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan dan Tenggara (1965-1968). Di tahun
yang sama, saat Kalla tengah menyelesaikan tugas akhir, dirinya terpilih
menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 1965-1968. Karir politik
Kalla seketika melesat saat dirinya terpilih menjadi anggota Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1982-1987 mewakili Golkar dan pada
tahun 1997-1999 mewakili daerah. Sebelum terpilih menjadi ketua umum partai Golkar pada tahun 2004, Kalla
sempat terpilih menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI di masa
pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid selama enam bulan (1999-2000).
Pada masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, Kalla kembali diangkat
menjadi menteri. Kali ini sebagai Menteri Kesejahteraan Rakyat Republik
Indonesia (Menko Kesra), di tengah jalan Kalla mengundurkan diri karena berniat
maju mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden mendampingi calon presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.
Kemenangan telak membuat pasangan SBY-JK
melenggang menuju istana negara untuk disahkan sebagai presiden dan wakil
presiden periode 2004-2009. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden baru
tersebut merupakan pasangan hasil pemilihan pertama langsung dari rakyat
Indonesia. Selepas jabatan sebagai wakil presiden pada tahun 2009, suami dari Mufidah
Jusuf dan ayah dari lima orang anak serta sembilan cucu ini menjabat sebagai
ketua Palang Merah Indonesia periode 2009-2014. Pada bulan September 2011, Kalla mendapatkan gelar Doctoral Causa
keempatnya dari Universitas Hasanudin Makasar bidang perekonomian dan politik.
Saat ditanya komentarnya, dirinya berpesan bahwa, jangan pernah memberikan
jualan politik yang berisi janji-janji, tetapi bagaimana masyarakat adil dan
sejahtera terwujud. Pemimpin yang membina kemakmuran tanpa pemerataan
adalah masalah besar. Keadilan boleh susah, tetapi harus susah bersama. Maju
dan sejahtera pun harus bersama.
Selain itu, pada Desember 2011 Kalla
berhasil mendapatkan penghargaan BudAi (Budaya Akademik Islami) dari
Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Penghargaan Tokoh Perdamaian dalam
Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, 2011. Penghargaan lain diberikan kepada Kalla
yakni penghargaan Dwidjosowojo Award dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB)
Bumiputera 1912 pada bulan Januari 2012 dan penghargaan The Most Inspiring
Person pada bulan dan tahun yang sama disematkan atas prestasi yang telah
diukir. Penghargaan tersebut diberikan oleh Men's Obsession, majalah prestasi
dan gaya hidup.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai
ketua umum Palang Merah Indonesia, Kalla masih menyempatkan waktu untuk bermain
dengan cucu-cucu kesayangannya. Dia juga terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan
Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam Muktamar VI DMI untuk periode
2012-2017.Pada tanggal 19 Mei 2014, Kalla resmi menjadi pendamping Jokowi dan
maju sebagai calon wakil presiden Indonesia periode 2014-2019. Pasangan
Jokowi-JK ini akan melawan pasangan Prabowo-Hatta pada pemilu presiden tahun
2014 yang dilaksanakan 9 Juli 2014.
PRESTASI
·
Ketua Umum Palang
Merah indonesia, 2009-sekarang
·
Wakil Presiden
Republik Indonesia, 2004-2009
·
Ketua Umum DPP Partai
Golkar, 2004-2009
·
Anggota Dewan
Penasehat ISEI Pusat, 2000–sekarang
·
Menteri Koordinator
Bidang Kesejahteraan Rakyat, 2001-2004
·
Menteri Perindustrian
dan Perdagangan Republik Indonesia, 1999-2000
·
Ketua Dewan
Pertimbangan Kadin Indonesia, 1997-2002
·
Komisaris Utama PT.
Bukaka Singtel International Organisasi, 1995 – 2001
·
Direktur Utama PT.
Kalla Inti Karsa, 1993-2001
·
Ketua IKA-UNHAS,
1992–sekarang
·
Komisaris Utama PT.
Bukaka Teknik Utama, 1988-2001
·
Direktur Utama PT.
Bumi Sarana Utama, 1988-2001
·
Wakil Ketua ISEI
Pusat, 1987-2000
·
Ketua Umum KADIN
Sulawesi Selatan, 1985–1997
·
Ketua Umum ISEI
Sulawesi Selatan, 1985-1995
·
Anggota MPR-RI,
1982–1999
·
Direktur Utama PT.
Bumi Karsa, 1969-2001
·
CEO NV Hadji Kalla,
1968-2001
·
Anggota DPRD Sulawesi
Selatan dari Sekber Golkar, 1965-1968
·
Doktor Honoris Causa
dari Universitas Hasanuddin, Makassar
·
Doktor HC dibidang
perdamaian dari Universitas Syah Kuala Aceh pada 12 September 2011
·
Doktor HC dibidang
pemikiran ekonomi dan bisnis dari Universitas Brawijaya Malang pada 8 Oktober
2011
·
Doktor HC dibidang
kepemimpinan dari Universitas Indonesia pada 9 Februari 2013
·
Penghargaan BudAi
(Budaya Akademik Islami) dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang
·
Penghargaan Tokoh
Perdamaian dalam Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, 2011
·
Penghargaan
Dwidjosowojo Award dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera
·
The Most Inspiring
Person
Nama Lengkap : Amancio
Ortega
Agama : -
Tempat Lahir : Spanyol
Tanggal Lahir : 28 maret 1936
Warga Negara : Spanyol
PROFIL BISNIS
Amancio
Ortega pendiri
sekaligus pemilik dari Ritel dan aksesoris terkenal bermerk Zara yang
sangat terkenal di dunia fashion internasional. Amancio Ortega terlahir pada
tanggal 28 maret 1936 di Spanyol dari keluarga yang miskin. Sejak kecil ia
bahkan tidak mendapatkan pendidikan formal dikarenakan kondisi perekonomian
keluarganya yang amat memprihatinkan sebab itu di usianya yang 13 tahun ia
memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu kedua orang tuanya bekerja. Ayah
ortega merupakan pekerja biasa di rel kereta api, sementara ibunya hanyalah
seorang pembantu rumah tangga.
Amancio Ortega sendiri di usia 13 tahun berkerja sebagai pengantar di tempat pembuatan pakaian mewah. Dari sini ia kemudian dipercaya dan diangkat menjadi asisten penjahit tempat dimana ia berkerja. Ditempat itu pula ia kemudian belajar bagaimana menjahit pakaian yang baik. Dia juga mempelajari bagaimana proses produksi hingga distribusi pakaian dari pabrik lalu ke toko. Di sini pula dia kemudian belajar betapa pentingnya memberikan pakaian langsung ke konsumen tanpa distributor. Itulah yang kemudiaan dia gunakan sebagai salah satu strategi kesuksesan besarnya di Zara. Dia mencoba mengendalikan semua tahapan produksi tekstil guna memangkas biaya. Selain itu juga agar lebih cepat dan fleksibel dalam memproduksi pakaian. Setelah menjadi asisten penjahit, dia ikut bekerja bersama kedua saudara kandungnya, Antonio dan Josefa sebagai salesman di sebuah toko baju yang tengah berkembang. Pada awal tahun 1960-an Ortega kemudian menjadi manajer di toko pakaian lokal. Dia lalu bahwa sadar hanya sedikit orang kaya yang mampu membeli baju-baju dengan harga mahal. Bersama Rosalia Mera, dan kedua saudara kandungnya, mereka mulai memproduksi baju-baju murah anmun berkualitas. Dia lalu jatuh cinta pada Mera dan menikahinya pada 1966. Dari situ, Ortega bersama sang istri mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya. Dari situ pula dia kemudian mulai mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya dan mendirikan toko pertamanya. Dia tetap menjualnya dengan harga lebih murah namun dengan kualitas yang bagus.
Pada 1975, bersama istri pertamanya tersebut dia mendirikan toko Zara di depan toko perbelanjaan paling penting di kota Spanyol. Tempat itu merupakan lokasi yang sangat strategis. Bisnisnya terus maju dengan pesat karena harganya yang murah dan kualitasnya yang mewah. Pada 1989, Ortega tercatat telah membuka hampir 100 toko Zara di Spanyol. Saat ini, terdapat lebih dari 1.700 toko Zara di 86 negara yang tersebar di enam benua. Tak heran, Zara pun menjadi riteler pakaian terbesar di dunia. Bahkan Kate Middleton merupakan penggila sejumlah desain Zara. Jangan lupa, bisnis tersebut berasal dari ruang tamu rumahnya.
Ortega terkenal sangat melindungi kehidupan pribadinya dari sorotan media dan publik. Perusahaannya juga hanya memberikan sedikit informasi tentang dirinya. Selama berpuluh-puluh tahun malang melintang di dunia bisnis, Ortega hanya memiliki satu foto saja untuk media. Foto tersebut pertama kali muncul dalam laporan keuangan tahunan perusahaannya pada 1999. Namun setelah itu paparazzi berhasil mendapatkan beberapa fotonya. Tak cukup sampai di situ, seumur hidupnya cuma tiga wartawan yang diperbolehkan mewawancarainya. Ortega juga jarang datang ke acara-acara kantor. Bahkan Ortega tak menemui Pangeran Spanyol Felipe yang mengunjungi Inditex, perusahaan pakaian multinasional di mana dia memiliki
60% sahamnya. Sang tamu kerajaan
justru hanya disambut oleh salah satu wakil Ortega.
Pada Desember 2012, media Spanyol mengabarkan Ortega membayar US$ 500 ribu untuk mencegah paparazzi mempublikasikan foto anaknya, Marta yang tengah berbulan madu bersama suaminya. Tak heran banyak orang tak mengenal profilnya, Ortega memang miliarder misterius. Meski kekayaannya datang dari bisnis pakaian, tapi Ortega selalu berpakaian sangat sederhana. Dia selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Uniknya, semua pakaiannya tersebut bukan produk Zara. Dia juga tak pernah pakai dasi selain pada pernikahan pertamanya. Tak hanya itu, sebagai bos yang paham betul arti kemiskinan, dia selalu pergi ke kedai kopi yang sama setiap hari. Dia bahkan selalu makan siang bersama karyawannya di kafetaria kantor.
Pada Desember 2012, media Spanyol mengabarkan Ortega membayar US$ 500 ribu untuk mencegah paparazzi mempublikasikan foto anaknya, Marta yang tengah berbulan madu bersama suaminya. Tak heran banyak orang tak mengenal profilnya, Ortega memang miliarder misterius. Meski kekayaannya datang dari bisnis pakaian, tapi Ortega selalu berpakaian sangat sederhana. Dia selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Uniknya, semua pakaiannya tersebut bukan produk Zara. Dia juga tak pernah pakai dasi selain pada pernikahan pertamanya. Tak hanya itu, sebagai bos yang paham betul arti kemiskinan, dia selalu pergi ke kedai kopi yang sama setiap hari. Dia bahkan selalu makan siang bersama karyawannya di kafetaria kantor.
Jika anda
seornag penggemar fashion, pasti telinga anda sudah tidak asing lagi dengan
merk fashion terkenal 'Zara'. Merk fashion yang satu ini sangat terkenal di
dunia internasional. Namun siapa sangka pemilik atau pendiri Zara yang terkenal
merupakan seseorang yang sederhana dan putus sekolah sejak usia 13 tahun tetapi
memiliki kekayaan sebesar US$ 57 miliar dan berhasil menduduki posisi sebagai
orang terkaya nomor tiga di dunia. Artikel kali ini akan membahas mengenai
biografi atau profil dari
Sebagai bos dia memang terkenal sangat ramah. Dia selalu berusaha mendekati dan bicara dengan karyawannya. Dia memperhatikan bahkan hal terkecil di kantornya. Hal unik lain soal Ortega, di hari pertama saat dia menjual saham Inditex pada 2001 dan diumukan sebagai pria terkaya di Spanyol, dia tak membuat perayaan besar. Dia tetap bekerja. Dia hanya menonton TV selama 15 menit untuk melihat dirinya dikabarkan memperoleh uang US$ 6 miliar. Setelah itu dia kembali makan siang di kantornya. Dengan tampilan sederhana, pria tiga anak tersebut telah memiliki harta sebesar US$ 57 miliar atau setara Rp 659,3 triliun. Namun sebagai miliarder, dia tak banyak berubah, tetap sederhana.
Ortega menikah dengan Rosalia Mera pada 1996. Bersama Mera dia mendirikan Zara dan membuat istri pertamanya tersebut sebagai salah satu wanita terkaya di Spanyol. Mera diketahui meninggal pada 15 Agustus 2013 karena sakit yang dideritanya. Dari pernikahannya dengan Mera, dia dianugerahi dua anak. Sandra, anak pertamanya saat ini berusia 44 tahun dengan kekayaan sebesar US$ 1,1 miliar. Anak keduanya adalah Marcos yang menderita cacat mental sejak lahir. Hal ini merupakan terpaan terburuk dalam hidup Ortega. Uang berlimpah di beberapa kasus tak menjamin kebahagiaan seseorang. Pada 1983, Mera kembali memberinya anak perempuan bernama Marta yang saat ini bekerja sebagai karyawan di Inditex. Namun, pasangan suami istri pendiri Zara ini memutuskan bercerai pada 1986.
Dia lalu menikah dengan Flora Perez Marcote yang merupakan karyawannya sendiri pada 2001. Yang paling disesali dalam hidupnya adalah dia tak pernah punya cukup banyak waktu untuk keluarganya. Ortega dan istri keduanya tinggal di apartemen di La Coruna Spanyol dekat dengan pelabuhan utama Benua Atlantik. Di waktu luangnya, Ortega menunggang kuda di pusat pelatihan miliknya di Finisterre, Spanyol. Dia membangun tempat tersebut karena kecintaan sang istri terhadap kuda. Dia juga memiliki The Epic Residences & Hotel di Miami, Florida yang merupakan salah satu hotel terbaik di Amerika Serikat (AS). Dia juga membeli pencakar langit tertinggi di Spanyol, Torre Picasso di Madrid. Bangunan setinggi 515 kaki tersebut dibeli seharga US$ 536 juta. Kendaraan pribadinya sudah pasti sangat mewah. Dia mengendarai sedan mewah Audi A8 yang lebih dari sekadar nyaman. Tak hanya itu dia memiliki pesawat jet pribadi The Global Express BD-700 yang dirancang Bombardier, salah satu manufaktur pesawat jet mewah paling unggul. Pesawat tersebut dijual seharga US$ 45 juta. Namun Ortega jarang berlibur dengan pesawat tersebut, dia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar