Selasa, 27 Oktober 2015

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA PADA HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI SUDUT dan PERBANDINGAN TRIGONOMETRI SISWA KELAS X MAN 1 PEKALONGAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X MAN  1 Pekalongan pada materi sudut dan perbandingan trigonometri menggunakan model pembelajaran CIRC mencapai batas ketuntasan serta untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pekalongan yang menggunakan model pembelajaran CIRC dengan alat bantu LKS pada materi sudut dan perbandingan trigonometri lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran langsung.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, yang terdiri dari variabel bebas: aktivitas siswa dengan mengunakan model pembelajaran CIRC berbatu LKS dan variabel terikat: hasil belajar matematika pada materi sudut dan perbandingan trigonometri. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa X MAN 1 Pekalongan. Teknik pengamblan sampel digunakan teknik simple random sampling, telah terpilih kelas X1 sebagai kelas eksperimen pembelajaran CIRC dan kelas X2 sebagai kelas contol dengan model pembelajaran langsung. Metode pengumpulan data yang dignakan adalah metode dokumentasi dan metode tes.
Berdasarkan perhitungan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 77,20 dan kelas kontrol sebesar 67,91. Dari hasil uji  ketuntasan belajar secara individu dengan uji t diperoleh bahwa siswa kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar dan proporsinya lebih dari 70%. Dari uji perbedaan rata-rata diperoleh thitung=3.32 >ttabel = 1.996, sehingga H0 ditola, artinya  rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tapi CIRC lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika yang diajar melalui model pembelajaran CIRC berbantu LKS dapat mencapai ketuntasan.
Kata kunci : keefektifan, Model pembelajaran kooperatif, CIRC, Sudut dan perbandingan trigonometri.


Pendahuluan
            Dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan terus berkembang pesat, sehingga setiap negara sangat memerlukan sumber daya manusia yang memiliki keahlian tinggi agar dapat menghadapi persaingan global demi mempertahankan ekstensi negara. Salah satu upaya agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang memiliki keahlian tinggi adalah melalui pendidikan formal. Oleh karena itu, kurikulum terus dikaji dan diperbarui demi tercapainya tujuan pendidikan sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian tinggi.
            Dalam upaya meningkatkanmutu pendidikan, khususnya pendidikan matematika, peran guru selalu dituntut untuk selalu meningkatkan diri baik dalam pengetahuan maupun pengelolaan pembelajaran matematika. Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa mempunyai hasil belajar yang baik, begitu pula sebaliknya. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, faktor proses merupakan inti dari proses pendidikan formal yang didalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran. Komponen-komponen itu dapat dikelompokan dalam kategori utama yaitu guru, isi materi, dan siswa. Interksi antar ketiganya melibatkan sarana dan prasarana seperti: model pembelajaran yang digunakan, media, dan penataan lingkungan belajar.
            Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan ditingkatsekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas. Oleh karena itu matematika diharapkan bisa menyumbang dalam rangka mengembangkan kemampuan berfikir secara kritis, sistematis, logis dan mampu untuk bekerja sama secara efektif. Sikap dan cara berfikir tersebut dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran matematika, karena metematika memiliki struktur daan konsep yang sangat kuat sehngga memungkinkan siswa yang mempelajarinya terampil dan berfikir rasional sehingga siap menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru matematika kelas X di MAN 1pekalongan menunjukan bahwa perolehan nilai rata-rat kelas X semester 1 adalah 5,76. Masih banyak siswa yang belum mencapai batas ketuntasan yang ditentukan yaitu 65. Selain itu terdapat salah satu faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah adanya anggapan yang kurang sesuai bahwa pengetahuan dapat dipindahakan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa. Dengan asumsi ini guru menfokuskan pelajaran matematika pada upaya penuangan pembelajaran matematika sebanyak mungkin pada siswa.
            Model pembelajaran langsung sangat tidak sesuai dalam pembelajaran matematika, karena konsep yang terkandung dalam matematika merupakan konsep yang memiliki abstraksi tinggi. Dengan model ini siswa cenderung menghafalkan soal-soal tanpa terjadikan pembentukan konsepsi yang benar dalam struktur kognitif siswa. Untuk mengatasi kondisi tersebut agar tidak bekesinambungan, maka dipilihlah model pengajaran yang sesuai yaitu model pembelajaran CIRC.
Secara konseptual CIRC merupakan sebuah program komperhensif untuk mengajari pelajaran membaca, menulis, dan seni bahasa pada kelas yang lebih tinggi di sekolah dasar. Pengembangan CIRC dihasilkan dari sebuah analisis masalah- masalah tradisional dalam pebelajaran membaca, menulis, dan seni berbahasa(salvin,2012: 200). Dalam pembelajaran CIRC, siswa akan dibentuk kelompok-kelompok yang nantinya akan bekerja sama untuk menyelesaikan suatu materi dan akan mempresentasikan materi yang sudah diberikan. Pembelajaran kooperatif tipe CIRC menerapkan ide bahwa siswa bekerja sama untuk belajar dan bertanggung jawab atas pembelajaran sendiri.
            Selain model pembelajaran, alat bantu juga penting dalam proses pembelajaran. Pada materi ini alat bantu yang digunakan adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS merupaka perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung pelaksanaan rencana pembelajaran (RP). LKS merupakan lembar kertas yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa). LKS sangat baik untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar, baik dipergunakan dalam heuristic maupun sterategi ekspositorik.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe CIRC  berbantu lembar kerja siswa pada hasil belajar matematika materi sudut dan perbandingan trigonometri siswa kelas X MAN 1 Pekalongan”.
Berdasarkan latar belakang, timbul beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan yaitu sebagai berikut:
1.      Pemahaman siswa terhadap penyelesaian masalah atau soal-soal matematika masih rendah
2.      Siswa kurang aktif pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa berfikir dan terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai hasil belajar matematika siswa.
Adapun tujuan dari penenlitian adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pekalongan pada materi sudut dan perbandingan trigonometri menggunakan model pembelajaran CIRC mencapai batas ketuntasan.
2.      Untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pekalongan yang menggunakan model pembelajaran CIRC dengan alat bantu LKS pada materi sudut dan perbandingan trigonometri lebih baik dari pada dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
Bahan dan Metode penelitian
            Dalam penelitian ini terdapat dua kelas yaitu kelas kontor dan kelas eksperimen. Pengambilan kelas tersebut diambil berdasarkan populasi dan sempel. Adapun yang menjadi populasi dalam penenlitian tersebut adalh siswa kelas X1, X2, dan X3 MAN 1 pekalongan semester genap tahun pelajaran 2012/2013, sedangkan pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel random sampling dengan cara memandang populasi sebagai kelompok-kelompok. Teknik ini dilakukan melaluai dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan daerah sampel, dan tahap berikutnya menetukan kelompok-kelompok yang ada pada daerah itu secara sampling juga (Sugiono, 2010:64). Dengan teknik tersebut diperoleh dua kelompok eksperimen (X1) yang dikenai model pembelajaran CIRC berbantuan LKS dan kelompok kontrol (X2) yang dikenai model pembelajaran langsung.
            Peneliti menggunkan teknik pengumpulan data dengan cara metode dokumentasi dan metode tes. Fungsi dari metode dokumentasi pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai ujian semester 1 kelas X mata pelajaran matematika yang digunakan untuk uji keseimbangan. Metode tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar matematika pada materi sudut dan perbandingan trigonometri siswa kelas X MAN 1 Pekalongan segtelah diterapkan model pembelajaran CIRC berbantuan LKS. Sebelum soal tes diberikan pada saat tes hasil belajar, terebih dahulu soal tes diujicobakan untuk mengetahui validitas, reabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran dari tiap-tiap butir soal.
            Materi yang digunakan untuk menyusun tes ini adalah sudut dan perbandingan trigonometri. Sedangkan bentuk tes yang digunakan adalah soal objektif berbentuk pilihan ganda sebanyak 30 soal. Soal dibuat dengan lima alternatif jawaban. Penskoran untuk soal tersebut adalah 1 untuk jawaban yang benar dan 0 untuk jawaban yang salah.
Hasil dan Pembahasan
Ada 2 hasil penelitian yaitu analisis data awal dan analisis data akhir.
Hasil analisis data awal dapat disajikan dalam tabel di bawah ini yang merangkum data awal siswa.


Kelompok
Rata-rata
SD
dk
Llabel
Lhitung
Keterangan
Eksperimen
61,7
13,41
29
5%
0,161
0,0642
Normal
Kontrol
62,38
14,18
31
5%
0,1566
0,1204
Normal
           


Berdasarkan perhitungan dengan dengan menggunakan microsoft excel uji normalitas data kelompok eksperimen, dengan banyak siswa 30 orang, nilai tertinggi 88, rata-rata 61,7 simpangan baku 13,41, Lhitung =0,0642. Dengan taraf sigifikan= 5% dan dk= 30-1=29, diperoleh Llabel= 0,161.dengan demikian nilai hasil belajar kelas eksperimen berdistribusi normal.
            Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan microsoft excel uji normalitas data kelompok kontrol, dengan banyak siswa 32 orang, nilai tertinggi 87, nilai terendah 40, rata-rata 62,375, simpangan baku 14,18, maka dipeloleh nilai Lhitung= 0,1204. Dengan taraf segnifikan= 5% dan dk= 32-1=31, diperoleh Lhitung= 0,1566. Dengan demikian berarti nilai hasil belajar kelas kontrol berdistribusi normal.


SUMBER
VARIASI
KELOMPOK
EKSPERIMEN
KELOMPOK
KONTROL
Jumlah
1851
1996
n
30
32
Rata-rata
61,7
62,38
s2
179,87
201,21
s
13,41
14,18



            Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varian yang homogen atau tidak. Hasil perhitungan untuk kelompok eksperimen didapat varians= 179,87 dan utuk kelompo kontrol didapatkan varians= 201,21. Dari perbandingan diperoleh Fhitung= 1,12. Dari tabel distribusi F dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang= n1-1= 29 serta dk penyebut= n2-1 = 31 diperoleh F0,05(29:31)= 1,8183. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima artinya varians kedua kelompok adalah sama.


Kelompok
Rata-rata
SD
dk
Ltabel
Lhitung
Keterangan
eksperimen
77,2
9,86
29
5%
0,161
0,1230
Normal
Kontrol
67,91
12,30
31
5%
0,1566
0,1440
Normal



            Uji normalitas data akhir berdasarkan perhitungan menggunkan microsoft excel uji normalitas data kelompok eksperimen, dengan banyak siswa 30 orang, nilai tertinggi 96, nilai terendah 52, rata-rata 77,2 simpangan baku 9,86, Lhitung = 0,1230. Dengan taraf signifikan= 5% dan dk=30-1= 29, diperoleh Ltabel = 0,161. Dengan demikian hasil belajar kelas eksperimen berdistribusi normal.
            Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan microsoft excel uji normalitas data kelompok kontrol, dengan banyak siswa 32 orang, nilai tertinggi 88, nilai terendah 48, rata-rata 67,91, simpangan baku 12,30, maka diperoleh nilai Lhitung= 0,1440. Dengan taraf segnifikan= 5% dan dk= 32-1 = 31, diperoleh Ltabel 0,1566.dengan demikian nilai hasil belajar kelas kontrol berdistrubusi normal.


Sumber
Variasi
Kelompok
Eksperimen
Kelompok
Kontrol
Jumlah
2316
2173
n
30
32
Rata-rata
77,2
67,91
s2
97,27
151,18
s
9,86
13,30



            Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varian yang homogen atau tidak. Hasil untuk kelompok eksperimen didapat varians= 97,27 dan untuk kelomok kontrol didapatkan varians= 152,18. Dari perbandingan diperoleh harga Fhitung= 1,55. Dari distribusi F dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang= n1-1 = 29 serta dk penyebut= n2-1 = 31 diperoleh F0,05(29;31)= 1,8183. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima artinya varians kedua kelompok sama.
            Dari perhitungan kelas eksperimen telah diberi perlakuan dengan rata-rata hasi belajar 77.20, varians 97.27, banyak data 30, dan kelas kontrol dengan rata-rata hasil belajar 67,91, varians 151,18, banyaknya data 32, diperoleh varians gabungan 125.12 dan simpangan baku gabungan 11.19, maka thitung= 3,32.
            Pada  5% dengan dk = 30+32-2= 60 diperoleh ttabel= 1996 karena thitungttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian ada perbedaan nilai rata-rata hasil belajar.
            Hasil perhitungan uji ketuntasan belajar kelas eksperimen setelah diberi perlakuan diperoleh 28 siswa yang mencapai KKM =, jumlah siswa kelas eksperimen (n) 30 dengan proporsi 70 %. Dari data tersebut diperoleh nilai zhitung = 2,75 dengan = 5 % diperoleh ztabel = 1,64. Karena zhitung> ztabel, maka H0 ditolak. Dapat disimmpulkan bahwa proporsi siswa yang mendapat nilai lebih dari atau sma dengan 65 dan 70 %.
Pembahasan
            Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu menentukan sampel penelitian dari populasi yang ada. Penentuan sampel ditentukan dengan sampel random sampling, diperoleh kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X2 sebagai kelas kontrol.
Setelah dilakukan analisis data awal, hasilnya menunjukkan bahwa data tersebut berdistrobusi normal, kedua kelas homogen. Berdasarkan analisis awal tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kelas yang disajikan sampel mempunyai kondisi yang sama dan akan dilakukan perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CIRC berbantuan LKS dan kelas kontrol diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
Setelah kedua kelas diperlakukan berbeda, kemudian kedua kelas diberikan evaluasi soal yang sama. Soal evaluasi berbentuk pilihan ganda yang sebelumnya telah diujicoba, diperoleh dari 30 butir soal yang diujikan hanya 20 soal yang dipakai sebagai tes akhir. Hasil tes akhir ini digunakan sebagai data akhir penelitian.
Berdasrkan hasil belajar matematika pada kelas eksperimen dan kontrol, maka dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata dan uji ketuntasan terhadap semua data yang ada.
Berdasarkan rata-rata kelas eksperimen 77,20 dan kelas kontrol 67,91. Hal ini ditunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mendapat pengajaran dengan model pembelajaran CIRC berbatu LKS lebih baik dari pada siswa yang mendapat pengajaran dengan model pembelajaran langsung pada materi pokok sudut dan perbandingan trigonometri kelas X semester 2 MAN 1 Pekalongan.
Dengan demikian penerapan model pembelajaran CIRC berbatu LKS dalam proses pembelajaran disekolah khususnya materi sudut dan perbandingan trigonometri lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran langsung yang biasa digunakan.
Simpulan
            Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika melalui model pembelajaran CIRC berbatu LKS lebih efektif dari pembelajaran langsung, kriteria efektif dipenuhi dengan indikator yaitu rata-rata hasil belajar dengan model pembelajaran CIRC berbantu LKS mencapaiketuntasan sebesar 77,20 pada batas KKM 65.
Pustaka
Arikanto , Suharsami. 2010. Prosedur Senelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Arikanto, Suharmi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Budiyanto. 2004. Statistika untuk Penelitian. Surakarta : UNS Press.
Danardi, Dwi. 2007. Keefektivan Model Pembelajaran dengan Metode Penerapan Berbantuan Lembar Kerja (LKS) Pada Pembelajaran Matematika Sub Materi Pokok Trigonometri Kelas X SMA Negeri 8 Semarang Semester Tahun Pembelajaran 2006/2007. Jurnal Pendidika Matematika. http://ejurnal.unikal.ac.id.//.2 (2) diakses di pekalongan, 15/03/2013.13.30
Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Inayah, Nurul. 2007. Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif tipe CIRC terhadap kemampuan pemecahan masalah pada pokok Bahasan segiempat Siswa Kelas VII SMP Negeri 13 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. Jurnal pendidikan Matematika. http://ejurnal.umpwr.ac.id.//.5 (5) diakses di Pekalongan, 13/03/2013.10.30.
Slavin, R.E.20012. Cooperative Learning, Theory, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Sugiono. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sujhana. 2011. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Thobrani,M dan Mustofa, A. 2012. Belajar dan Pembelajaran Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran Dalam pembangunan Nasional. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
Tim Penyusun KBBI. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa

Triyanto. 2007. Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktifistik: konsep, Landasan, teoritis-Praktik dan Implimentasinya. Surabaya: Prestasi Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar