Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hasil belajar siswa kelas X MAN 1
Pekalongan pada materi sudut dan perbandingan trigonometri menggunakan model
pembelajaran CIRC mencapai batas ketuntasan serta untuk mengetahui rata-rata
hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pekalongan yang menggunakan model
pembelajaran CIRC dengan alat bantu LKS pada materi sudut dan perbandingan
trigonometri lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran langsung.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
semu, yang terdiri dari variabel bebas: aktivitas siswa dengan mengunakan model
pembelajaran CIRC berbatu LKS dan variabel terikat: hasil belajar matematika
pada materi sudut dan perbandingan trigonometri. Populasi dalam penelitian ini
adalah siswa X MAN 1 Pekalongan. Teknik pengamblan sampel digunakan teknik
simple random sampling, telah terpilih kelas X1 sebagai kelas eksperimen
pembelajaran CIRC dan kelas X2 sebagai kelas contol dengan model pembelajaran
langsung. Metode pengumpulan data yang dignakan adalah metode dokumentasi dan
metode tes.
Berdasarkan perhitungan bahwa rata-rata hasil
belajar siswa kelas eksperimen sebesar 77,20 dan kelas kontrol sebesar 67,91.
Dari hasil uji ketuntasan belajar secara
individu dengan uji t diperoleh bahwa siswa kelas eksperimen telah mencapai
ketuntasan belajar dan proporsinya lebih dari 70%. Dari uji perbedaan rata-rata
diperoleh thitung=3.32 >ttabel = 1.996, sehingga H0
ditola, artinya rata-rata hasil
belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tapi CIRC lebih
baik dari pada menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika yang
diajar melalui model pembelajaran CIRC berbantu LKS dapat mencapai ketuntasan.
Kata
kunci :
keefektifan, Model pembelajaran kooperatif, CIRC, Sudut dan perbandingan
trigonometri.
Pendahuluan
Dewasa
ini ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan terus berkembang pesat,
sehingga setiap negara sangat memerlukan sumber daya manusia yang memiliki
keahlian tinggi agar dapat menghadapi persaingan global demi mempertahankan
ekstensi negara. Salah satu upaya agar dapat menciptakan sumber daya manusia
yang memiliki keahlian tinggi adalah melalui pendidikan formal. Oleh karena
itu, kurikulum terus dikaji dan diperbarui demi tercapainya tujuan pendidikan
sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian tinggi.
Dalam
upaya meningkatkanmutu pendidikan, khususnya pendidikan matematika, peran guru
selalu dituntut untuk selalu meningkatkan diri baik dalam pengetahuan maupun
pengelolaan pembelajaran matematika. Proses pembelajaran dikatakan berhasil
apabila siswa mempunyai hasil belajar yang baik, begitu pula sebaliknya. Banyak
faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, faktor proses merupakan inti dari
proses pendidikan formal yang didalamnya terjadi interaksi antara berbagai
komponen pengajaran. Komponen-komponen itu dapat dikelompokan dalam kategori
utama yaitu guru, isi materi, dan siswa. Interksi antar ketiganya melibatkan
sarana dan prasarana seperti: model pembelajaran yang digunakan, media, dan
penataan lingkungan belajar.
Matematika
merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan ditingkatsekolah dasar,
sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas. Oleh karena itu matematika
diharapkan bisa menyumbang dalam rangka mengembangkan kemampuan berfikir secara
kritis, sistematis, logis dan mampu untuk bekerja sama secara efektif. Sikap
dan cara berfikir tersebut dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran
matematika, karena metematika memiliki struktur daan konsep yang sangat kuat
sehngga memungkinkan siswa yang mempelajarinya terampil dan berfikir rasional
sehingga siap menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru
matematika kelas X di MAN 1pekalongan menunjukan bahwa perolehan nilai rata-rat
kelas X semester 1 adalah 5,76. Masih banyak siswa yang belum mencapai batas
ketuntasan yang ditentukan yaitu 65. Selain itu terdapat salah satu faktor yang
diidentifikasi sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah adanya
anggapan yang kurang sesuai bahwa pengetahuan dapat dipindahakan secara utuh
dari pikiran guru ke pikiran siswa. Dengan asumsi ini guru menfokuskan pelajaran
matematika pada upaya penuangan pembelajaran matematika sebanyak mungkin pada
siswa.
Model
pembelajaran langsung sangat tidak sesuai dalam pembelajaran matematika, karena
konsep yang terkandung dalam matematika merupakan konsep yang memiliki abstraksi
tinggi. Dengan model ini siswa cenderung menghafalkan soal-soal tanpa
terjadikan pembentukan konsepsi yang benar dalam struktur kognitif siswa. Untuk
mengatasi kondisi tersebut agar tidak bekesinambungan, maka dipilihlah model
pengajaran yang sesuai yaitu model pembelajaran CIRC.
Secara konseptual CIRC merupakan sebuah program
komperhensif untuk mengajari pelajaran membaca, menulis, dan seni bahasa pada
kelas yang lebih tinggi di sekolah dasar. Pengembangan CIRC dihasilkan dari
sebuah analisis masalah- masalah tradisional dalam pebelajaran membaca,
menulis, dan seni berbahasa(salvin,2012: 200). Dalam pembelajaran CIRC, siswa
akan dibentuk kelompok-kelompok yang nantinya akan bekerja sama untuk
menyelesaikan suatu materi dan akan mempresentasikan materi yang sudah
diberikan. Pembelajaran kooperatif tipe CIRC menerapkan ide bahwa siswa bekerja
sama untuk belajar dan bertanggung jawab atas pembelajaran sendiri.
Selain
model pembelajaran, alat bantu juga penting dalam proses pembelajaran. Pada
materi ini alat bantu yang digunakan adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS
merupaka perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung
pelaksanaan rencana pembelajaran (RP). LKS merupakan lembar kertas yang berupa
informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh
siswa). LKS sangat baik untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar,
baik dipergunakan dalam heuristic maupun sterategi ekspositorik.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis
tertarik untuk mengambil judul “efektivitas
model pembelajaran kooperatif tipe CIRC
berbantu lembar kerja siswa pada hasil belajar matematika materi sudut
dan perbandingan trigonometri siswa kelas X MAN 1 Pekalongan”.
Berdasarkan latar
belakang, timbul beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan yaitu sebagai
berikut:
1. Pemahaman siswa
terhadap penyelesaian masalah atau soal-soal matematika masih rendah
2. Siswa kurang aktif
pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung sehingga diperlukan model
pembelajaran yang dapat mendorong siswa berfikir dan terlibat secara aktif
dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai hasil belajar matematika
siswa.
Adapun
tujuan dari penenlitian adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Pekalongan pada
materi sudut dan perbandingan trigonometri menggunakan model pembelajaran CIRC
mencapai batas ketuntasan.
2.
Untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa kelas X MAN 1
Pekalongan yang menggunakan model pembelajaran CIRC dengan alat bantu LKS pada
materi sudut dan perbandingan trigonometri lebih baik dari pada dengan
menggunakan model pembelajaran langsung.
Bahan dan Metode penelitian
Dalam penelitian
ini terdapat dua kelas yaitu kelas kontor dan kelas eksperimen. Pengambilan
kelas tersebut diambil berdasarkan populasi dan sempel. Adapun yang menjadi
populasi dalam penenlitian tersebut adalh siswa kelas X1, X2, dan X3 MAN 1
pekalongan semester genap tahun pelajaran 2012/2013, sedangkan pengambilan
sempel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel random sampling dengan
cara memandang populasi sebagai kelompok-kelompok. Teknik ini dilakukan
melaluai dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan daerah sampel, dan tahap
berikutnya menetukan kelompok-kelompok yang ada pada daerah itu secara sampling
juga (Sugiono, 2010:64). Dengan teknik tersebut diperoleh dua kelompok
eksperimen (X1) yang dikenai model pembelajaran CIRC berbantuan LKS dan
kelompok kontrol (X2) yang dikenai model pembelajaran langsung.
Peneliti
menggunkan teknik pengumpulan data dengan cara metode dokumentasi dan metode
tes. Fungsi dari metode dokumentasi pada penelitian ini adalah untuk
mendapatkan nilai ujian semester 1 kelas X mata pelajaran matematika yang
digunakan untuk uji keseimbangan. Metode tes digunakan untuk memperoleh data
tentang hasil belajar matematika pada materi sudut dan perbandingan
trigonometri siswa kelas X MAN 1 Pekalongan segtelah diterapkan model
pembelajaran CIRC berbantuan LKS. Sebelum soal tes diberikan pada saat tes
hasil belajar, terebih dahulu soal tes diujicobakan untuk mengetahui validitas,
reabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran dari tiap-tiap butir soal.
Materi yang
digunakan untuk menyusun tes ini adalah sudut dan perbandingan trigonometri.
Sedangkan bentuk tes yang digunakan adalah soal objektif berbentuk pilihan ganda
sebanyak 30 soal. Soal dibuat dengan lima alternatif jawaban. Penskoran untuk
soal tersebut adalah 1 untuk jawaban yang benar dan 0 untuk jawaban yang salah.
Hasil dan Pembahasan
Ada 2 hasil penelitian yaitu analisis data awal dan
analisis data akhir.
Hasil
analisis data awal
dapat disajikan dalam tabel di bawah ini yang merangkum data awal siswa.
|
Kelompok
|
Rata-rata
|
SD
|
dk
|
|
Llabel
|
Lhitung
|
Keterangan
|
|
Eksperimen
|
61,7
|
13,41
|
29
|
5%
|
0,161
|
0,0642
|
Normal
|
|
Kontrol
|
62,38
|
14,18
|
31
|
5%
|
0,1566
|
0,1204
|
Normal
|
Berdasarkan perhitungan dengan dengan menggunakan microsoft excel
uji normalitas data kelompok eksperimen, dengan banyak siswa 30 orang, nilai
tertinggi 88, rata-rata 61,7 simpangan baku 13,41, Lhitung =0,0642. Dengan
taraf sigifikan= 5% dan dk= 30-1=29, diperoleh Llabel= 0,161.dengan
demikian nilai hasil belajar kelas eksperimen berdistribusi normal.
Berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan microsoft excel uji normalitas data kelompok
kontrol, dengan banyak siswa 32 orang, nilai tertinggi 87, nilai terendah 40,
rata-rata 62,375, simpangan baku 14,18, maka dipeloleh nilai Lhitung=
0,1204. Dengan taraf segnifikan= 5% dan dk= 32-1=31, diperoleh Lhitung=
0,1566. Dengan demikian berarti nilai hasil belajar kelas kontrol berdistribusi
normal.
|
SUMBER
VARIASI
|
KELOMPOK
EKSPERIMEN
|
KELOMPOK
KONTROL
|
|
Jumlah
|
1851
|
1996
|
|
n
|
30
|
32
|
|
Rata-rata
|
61,7
|
62,38
|
|
s2
|
179,87
|
201,21
|
|
s
|
13,41
|
14,18
|
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas
kontrol mempunyai varian yang homogen atau tidak. Hasil perhitungan untuk
kelompok eksperimen didapat varians= 179,87 dan utuk kelompo kontrol didapatkan
varians= 201,21. Dari perbandingan diperoleh Fhitung= 1,12. Dari
tabel distribusi F dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang= n1-1= 29
serta dk penyebut= n2-1 = 31 diperoleh F0,05(29:31)=
1,8183. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima artinya varians
kedua kelompok adalah sama.
|
Kelompok
|
Rata-rata
|
SD
|
dk
|
|
Ltabel
|
Lhitung
|
Keterangan
|
|
eksperimen
|
77,2
|
9,86
|
29
|
5%
|
0,161
|
0,1230
|
Normal
|
|
Kontrol
|
67,91
|
12,30
|
31
|
5%
|
0,1566
|
0,1440
|
Normal
|
Uji normalitas data akhir
berdasarkan perhitungan menggunkan microsoft excel uji normalitas data kelompok
eksperimen, dengan banyak siswa 30 orang, nilai tertinggi 96, nilai terendah
52, rata-rata 77,2 simpangan baku 9,86, Lhitung = 0,1230. Dengan
taraf signifikan= 5% dan dk=30-1= 29, diperoleh Ltabel = 0,161.
Dengan demikian hasil belajar kelas eksperimen berdistribusi normal.
Berdasarkan perhitungan dengan
menggunakan microsoft excel uji normalitas data kelompok kontrol, dengan banyak
siswa 32 orang, nilai tertinggi 88, nilai terendah 48, rata-rata 67,91,
simpangan baku 12,30, maka diperoleh nilai Lhitung= 0,1440. Dengan
taraf segnifikan= 5% dan dk= 32-1 = 31, diperoleh Ltabel 0,1566.dengan
demikian nilai hasil belajar kelas kontrol berdistrubusi normal.
|
Sumber
Variasi
|
Kelompok
Eksperimen
|
Kelompok
Kontrol
|
|
Jumlah
|
2316
|
2173
|
|
n
|
30
|
32
|
|
Rata-rata
|
77,2
|
67,91
|
|
s2
|
97,27
|
151,18
|
|
s
|
9,86
|
13,30
|
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas
kontrol mempunyai varian yang homogen atau tidak. Hasil untuk kelompok
eksperimen didapat varians= 97,27 dan untuk kelomok kontrol didapatkan varians=
152,18. Dari perbandingan diperoleh harga Fhitung= 1,55. Dari
distribusi F dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang= n1-1 = 29 serta
dk penyebut= n2-1 = 31 diperoleh F0,05(29;31)= 1,8183.
Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima artinya varians kedua
kelompok sama.
Dari perhitungan kelas eksperimen
telah diberi perlakuan dengan rata-rata hasi belajar 77.20, varians 97.27,
banyak data 30, dan kelas kontrol dengan rata-rata hasil belajar 67,91, varians
151,18, banyaknya data 32, diperoleh varians gabungan 125.12 dan simpangan baku
gabungan 11.19, maka thitung= 3,32.
Pada
5%
dengan dk = 30+32-2= 60 diperoleh ttabel= 1996 karena thitung
ttabel maka H0 ditolak.
Dengan demikian ada perbedaan nilai rata-rata hasil belajar.
Hasil perhitungan uji ketuntasan
belajar kelas eksperimen setelah diberi perlakuan diperoleh 28 siswa yang
mencapai KKM =, jumlah siswa kelas eksperimen (n) 30 dengan proporsi 70 %. Dari
data tersebut diperoleh nilai zhitung = 2,75 dengan
= 5 % diperoleh ztabel = 1,64.
Karena zhitung> ztabel, maka H0 ditolak.
Dapat disimmpulkan bahwa proporsi siswa yang mendapat nilai lebih dari atau sma
dengan 65 dan 70 %.
Pembahasan
Sebelum penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu menentukan
sampel penelitian dari populasi yang ada. Penentuan sampel ditentukan dengan sampel
random sampling, diperoleh kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X2
sebagai kelas kontrol.
Setelah dilakukan analisis data awal,
hasilnya menunjukkan bahwa data tersebut berdistrobusi normal, kedua kelas
homogen. Berdasarkan analisis awal tersebut dapat disimpulkan bahwa pada kelas
yang disajikan sampel mempunyai kondisi yang sama dan akan dilakukan perlakuan
yang berbeda. Kelas eksperimen diberi pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran CIRC berbantuan LKS dan kelas kontrol diberi pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran langsung.
Setelah kedua kelas diperlakukan berbeda,
kemudian kedua kelas diberikan evaluasi soal yang sama. Soal evaluasi berbentuk
pilihan ganda yang sebelumnya telah diujicoba, diperoleh dari 30 butir soal
yang diujikan hanya 20 soal yang dipakai sebagai tes akhir. Hasil tes akhir ini
digunakan sebagai data akhir penelitian.
Berdasrkan hasil belajar matematika pada
kelas eksperimen dan kontrol, maka dilakukan uji normalitas, uji homogenitas,
uji beda rata-rata dan uji ketuntasan terhadap semua data yang ada.
Berdasarkan rata-rata kelas eksperimen
77,20 dan kelas kontrol 67,91. Hal ini ditunjukkan bahwa hasil belajar siswa
yang mendapat pengajaran dengan model pembelajaran CIRC berbatu LKS lebih baik
dari pada siswa yang mendapat pengajaran dengan model pembelajaran langsung
pada materi pokok sudut dan perbandingan trigonometri kelas X semester 2 MAN 1
Pekalongan.
Dengan demikian penerapan model pembelajaran
CIRC berbatu LKS dalam proses pembelajaran disekolah khususnya materi sudut dan
perbandingan trigonometri lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran
langsung yang biasa digunakan.
Simpulan
Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan
pembelajaran matematika melalui model pembelajaran CIRC berbatu LKS lebih
efektif dari pembelajaran langsung, kriteria efektif dipenuhi dengan indikator
yaitu rata-rata hasil belajar dengan model pembelajaran CIRC berbantu LKS
mencapaiketuntasan sebesar 77,20 pada batas KKM 65.
Pustaka
Arikanto ,
Suharsami. 2010. Prosedur Senelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka
Cipta.
Arikanto, Suharmi.
2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Budiyanto. 2004. Statistika
untuk Penelitian. Surakarta : UNS Press.
Danardi, Dwi. 2007.
Keefektivan Model Pembelajaran dengan Metode Penerapan Berbantuan Lembar Kerja
(LKS) Pada Pembelajaran Matematika Sub Materi Pokok Trigonometri Kelas X SMA
Negeri 8 Semarang Semester Tahun Pembelajaran 2006/2007. Jurnal Pendidika
Matematika. http://ejurnal.unikal.ac.id.//.2 (2) diakses di pekalongan,
15/03/2013.13.30
Hamdani. 2010.
Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Inayah, Nurul. 2007.
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif tipe CIRC terhadap kemampuan
pemecahan masalah pada pokok Bahasan segiempat Siswa Kelas VII SMP Negeri 13
Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. Jurnal pendidikan Matematika. http://ejurnal.umpwr.ac.id.//.5 (5) diakses di Pekalongan, 13/03/2013.10.30.
Slavin, R.E.20012. Cooperative
Learning, Theory, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Sugiono. 2011. Statistika
untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sujhana. 2011. Metode
Statistika. Bandung: Tarsito.
Thobrani,M dan
Mustofa, A. 2012. Belajar dan Pembelajaran Pengembangan Wacana dan Praktik
Pembelajaran Dalam pembangunan Nasional. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
Tim Penyusun KBBI. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :
Pusat Bahasa
Triyanto. 2007. Model-model
pembelajaran inovatif berorientasi konstruktifistik: konsep, Landasan,
teoritis-Praktik dan Implimentasinya. Surabaya: Prestasi Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar