MAKALAH
EVALUASI PROSES
DAN HASIL PEMBELAJARAN
“ Evaluasi Belajar dan
Pembelajaran ”

Disusun oleh :
Fittrotul cahya fatmawati (0610075312)
PMTK 5 A
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2015
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucap Alhamdulillah hirabbil ‘alamin, puji dan syukur dipanjatkan
Kehadirat Allah SWT. berkat Rahmat dan Hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan
makalah EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN dengan judul “Evaluasi belajar
dan pembelajaran ” tepat pada waktunya. Dalam matakuliah evaluasi proses dan
hasil pembelajaran mahasiswa dituntut agar memahami lebih mendalam tentang
evaluasi, oleh sebab itu penulis mengupas tentang pengertian dan prinsip umum
evaluasi, tujuan evaluasi, syarat-syarat umum evaluasi, dan jenis-jenis
evaluasi pembelajaran.Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah dalam
mata kuliah evaluasi proses dan hasil pembelajaran, selain itu penulis
mengharapkan makalah ini dapat menambah informasi-informasi yang berkaitan
dengan pembelajaran.
Shalawat dan salam kami haturkan kepada
junjungan Nabi Muhammad SAW. karena beliau membawa manusia dari jaman kebodohan
dan kegelapan kepada zaman yang terang benderang penuh dengan berbagai
ilmu.Dalam kesempatan ini juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini belum bisa
dikatakan sempurna disebabkan keterbatasan ilmu yang kami miliki, oleh karena
itu saran dan kritik konstruktif dari berbagai pihak sangat diharapkan. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang
membacanya. Amin.
Pekalongan,
September 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................... .... i
Kata Pengantar...................................................................................................... .... ii
Daftar Isi............................................................................................................... .... iii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................... 1
Latar
Belakang.......................................................................................... .... 1
Rumusan
Masalah...................................................................................... .... 2
Tujuan........................................................................................................ .... 2
BAB II
PEMBAHASAN...................................................................................................... 3
Pengertian dan
prinsip umum Evaluasi ......................................................... 3
Tujuan dan Fungsi Evaluasi........................................................................... 5
Syarat-syarat umum Evaluasi......................................................................... 7
Jenis-jenis Evaluasi pembelajaran.............................................................. .... 10
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................ .... 12
Saran.......................................................................................................... .... 12
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... .... 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Apabila kita ingin
mengetahui apakah tujuan yang kita rumuskan dapat tercapai, apakah aktivitas
yang kita lakukan telah berhasil mencapai sasaran, kesemuanya itu membutuhkan
proses evaluasi untuk dapat menjawab secara tepat. Sebagaimana pentingnya penetapan dan perumusan
tujuan. Pentingnya aktivitas dalam suatu kegiatan, maka kedudukan evaluasi
dalam proses kegiatan belajar dan pembelajaran juga memiliki kedudukan yang
sama pentingya, karena evaluasi merupakan bagian integral dari proses kegiatan
secara keseluruhan. Karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui tingkat
keberhasilan dari sebuah kegiatan.
Evaluasi dalam proses pembelajaran menempati
kedudukan yang penting dan merupakan bagian utuh dari proses dan tahapan
kegiatan pembelajaran. Dengan melakukan evaluasi, guru dapat mengukur tingkat
keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukannya. Dengan demikian setiap kali
membahas proses pembelajaran, maka kita juga membahas tentang evaluasi, karena
evasuali insklusif di dalam proses pembelajaran. Untuk dapat melasksanakan
evaluasi pembelajaran dengan benar, maka setiap guru dipersyaratkan mengetahui
berbagai dimensi yang terkait dengan evaluasi. Mengingat pentingnya hal ini
maka pada bagian ini anda diajak mengkaji bersama evaluasi sebagai bagian
integral dari proses pembelajaran.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa pengertian dan prinsip umum Evaluasi ?
1.2.2 Apa tujuan dan
fungsi dari evaluasi ?
1.2.3 Apa syarat-syarat Umum
Evaluasi ?
1.2.4 Sebutkan jenis-jenis
Evaluasi Pembelajaran?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Dapat mengetahui
pengertian dari evaluasi.
1.3.2 Dapat mengetahui tujuan
dari evaluasi.
1.3.3 Dapat mengetahui
syarat-syarat umum evaluasi.
1.3.4 Dapat memahami setiap
jenis evaluasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian dan prinsip umum evaluasi
Apa
yang dimaksud dengan evaluasi ? apakah evaluasi sama dengan pengukuran dan
penilaian ?
Jika
kita cermati dari berbagai sumber yang membahas tentang evaluasi,baik berkenaan
dengan konsep, prinsip maupun tujuan yang menggambarkan kesamaan juga keragaman
persepsi masing-masing penulis. Ada beberapa pengertian evaluasi. Evaluasi dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istila Evaluation yang berarti penilaian ata penaksiran. Menurut
wand and brown dalam bukunya wind sanja (2011:335) mendefinisikan evaluasi
sebagai “rever to the act or process to determining the value of something” evaluasi
mengacu kepada suatu proses untuk menentukan suatu nilai suatu yang dievaluasi.
Sejalan dengan itu ada pula yang mencermati aktivitas atau istilah yang
memiliki keterkaitan dengan evaluasi, seperti pengukuran, testing. Wiersma dan
jurs dalam buku indah komsiyah (2012:105) mereka membedakan antara
evaluasi,pengukuran dan testing, keduanya berpendapat bahwa evaluasi adalah
suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga
berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan
arikanto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan
menilai. Ketiga pendapat diatas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi
memiliki cakupan yang lebih luas dari pada pengukuran dan testing.
Menurut phompam mengemukakan bahwa untuk memahami arti evaluasi memang
perlu terlebih dahulu memahami arti pengukuran. Menurutnya pengukuran
menunjukan kegiatan mengukur, yaitu menghitung atau menetapkan angka-angka
sehingga kita dapat menggambarkan sesuatu secara lebih seksama. Pengukuran
terdiri dari penetapan status gejala tertentu dengan cara yang lebih seksama
dalam bukunya indah komsiyah (2012:106)
Michael scriven, seorang teoritis
evaluasi mengamati bahwa evaluasi terdiri dari penetapan nilai. Karena
itu evaluasi pendidikan terdiri dari penetapan nilai sehubungan dengan fenomena
pendidikan.penetapan nilai disini adalah penentuan manfaat relatif yang kita
evaluasi. Sejalan dengan pandangan tersebut azmawi zainul dan noehi nasution
mengartikan pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau
karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu
menurut aturan atau formulasi yang jelas, sedangkan penilaian adalah suatu
proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh
melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. (
indah komsiyah:2012)
Dalam sebuah tulisan tentang penilaian hasil belajar sudrajad dalam buku
indah komsiyah (2012:107) mengemukakan banyak orang mencampur adukkan
pengertian antara evaluasi, pengukuran, tes dan penilaian, padahal keempatnya
berbeda. Evaluasi adalah kegiatan identivikasi untuk melihat apakah suatu
program yang direncanakan telah tercapai atau belum,berharga atau tidak, dan
dapat pula untuk melihat tingkat efesiensi pelaksanaannya. Evaluasi
menghubungkan dengan keputusan nilai (value judgmen). Esensi dari
evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan keputusan,
pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh diskripsi
numerik dari suatu tingkat dimana seorang peserta didik telah mencapai
karakteristik tertentu. Sedangkan penilaian adalah penerapan berbagai cara dan
penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh
mana proses penilaian peserta didik atau ketercapaian kompetensi peserta didik.
Menurut Nurkancana dan Sumartana dalam buku indah komsiyah (2012) yang
membahas pendapat wand and brown, pengukuran adalah suatu tindakan atau proses
untuk menentukan luas atau kuantitas pada sesuatu. Sedangkan evaluasi merujuk
pada suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Dari
definisi tersebut diketahui bahwa pengukuran akan memberikan jawaban terhadap
pertanyaan “how much” sedangkan penilaian akan memberikan jawaban terhadap
pertanyaan “what value”.
Dapat kita cermati kembali komponen-komponen pemblajaran, dapat disimpulkan
bahwa evaluasi berasal dari bahasa inggris yaitu evaluation. Dari penjelasan
diatas kita menemukan bahwa evaluasi berbeda dengan pengukuran, penilaian
ataupun testing melainkan antara evaluasi, pengukuran, penilaian ataupun
testing itu saling berkesinambungan atau saling berkaitan. Evaluasi merupakan
komponen sistem pendidikan atau pembelajaran serta kegiatan pengumpulan data
untuk mengukur sejauhmana tujuan telah tercapai. dengan adanya evaluasi kita
dapat mengukur atau mengidentifikasi suatu kegiatan proses belajar dan
pembelajaran tersebut bisa dikatakan mencapai tujuan atau belum, sukses atau
tidaknya. Oleh sebab itu kemampuan guru didalam mengevaluasi pembelajaran
secara tepat akan membawa pengaruh besar pada peningkatan kualitas
pembelajaran. Misalanya ketika guru memberikan materi perkalian, untuk
mengetahui tingkat pemahaman siswa guru mengadakan tes, hasil tes tersebut
menyatakan 10% mendapatkan nilai dengan hampir sempurna, 65% mendapat nilai
sedang, 25% mendapat nilai kurang memuaskan. Dengan seperti itu guru harus
mengevaluasi dengan tepat dimana yang kurang tepat dalam pembelajaran tersebut
sehingga dapat di tangani dengan tepat serta dapat mengubah tingkat kepahaman
siswa.
Setiap guru dituntut memiliki perangkat pengetahuan tentang berbagai jenis
evaluasi, prinsip-prinsip evaluasi, memilih jenis-jenis evaluasi sesuai dengan
karakteristik dan tujuan pembelajaran serta prosedur implementasi dalam
kegiatan pembelajaran. Dimyanti dan mujiono mengemukakan dalam indah komsiyah
(2012:109) hal penting yang harus diketahui guru adalah bahwa secara umum
evaluasi mencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Guru
seharusnya dapat membedakan evaluasi keduanya. Evaluasi hasil belajar lebih
menekankan seberapa siswa dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dalam
pengajaran yang berlangsung. Sedangkan evaluasi pembelajaran proses sistematis
untuk memperoleh informasi tentang tingkat keefektifan proses pembelajaran
dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
2.2
Tujuan
dan Fungsi Evaluasi
secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau
suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara
spesivik evaluasi memiliki banyak tujuan dan manfaat.(indah khomsiyah:2012).
Sehebungan dengan itu menurut (Anissatul.M:2011) tujuan evaluasi ada dua yaitu:
1. Tujuan Umum
a) Untuk menghimpun data
tentang taraf kemajuan dan perkembangan peserta didik, setelah mereka mengikuti
proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. (Sampai di mana keberhasilan
mereka dalam mencapai tujuan kurikuler).
b) Untuk mengetahui efektifitas metode pengajaran yang digunakan dalam proses
pembelajaran.
2. Tujuan Khusus
a) Untuk merangsang peserta didik dalam program
pembelajaran
b) Untuk mencari faktor
keberhasilan dan kegagalan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Karena itu menurut
reeece dan walker dalam indah komsiyah(2012:111) mengapa evaluasi harus
dilakukan, yaitu :
1.
Memperkuat kegiatan belajar
2.
Menguji pemahaman dan kemampuan siswa
3.
Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai
4.
Mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran
5.
Memotivasi siswa
6.
Memberi umpan balik bagi siswa
7.
Memberi umpan balik bagi guru
8.
Memelihara standar mutu
9.
Mencapai kemajuan proses dn hasil belajar.
10. Memprediksi kinerja
pembelajaran selanjutnya.
11. Menilai kualitas
belajar
Pelaksanaan dalam pendidikan mempunyai manfaat yang luas, tidak sekedar
mengukur keberhasilan proses belajar akan tetapi dapat memberikan manfaat dalam
berbagai kegiatan lain guru maupun bagi siswa Nurkencana(Indah.K:2012),
beberapa fungsi atau manfaat evaluasi pendidikan dan pembelajaran tersebut
adalah untuk:
1. Mengetahui taraf
kesiapan anak untuk menempuh suatu pendidikan tertentu.
2. Mengetahui seberapa
jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan.
3. Mengetahui apakah suatu
mata pelajaran yang kita ajarkan dapat dilanjutkan dengan bahan yang baru atau
harus mengulang pelajaran-pelajaran yang telah lampau.
4. Untuk mengadakan
seleksi.
5. Untuk mengetahui taraf
efisiensi metode yang dipergunakan dalam lapangan pendidikan.
Sedangkan menurut R
ibrahim (2010:133) Dalam pengembangan program pengajaran, ada dua fungsi utama
evaluasi yang perlu diwujutkan:
1. Mengetahui tingkat
efektivitas program dalam mencapai tujuan-tujuannya.
2. Mengidentifikasi
bagian-bagian dari program pengajaran yang perlu diperbaiki.
Sehubungan dengan itu menurut
Harjanto (2011:277) secara garis besar dalam proses belajar mengajar, evaluasi
memiliki fungsi pokok sebagai berikut:
1.
Untuk
mengukur kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah melakukan kegiatan
belajar mengajar selama jangka tertentu.
2.
Untuk
mengukur sampaimana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan
3.
Sebagai
bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses belajar mengajar
Setelah
mengulas uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dan fungsi evaluasi
sangat lah besar salah satunya mengetahui tingkat keefektifan dalam
pembelajaran, mempermudah pengajar dalam menyeleksi peserta didik dan dapat
mengatasi secara tepat dan cepat. Dengan begitu kemampuan memahami dan
melaksanakan evaluasi ini menjadi tanggung jawab besar bagi guru. Dapat kita
ketahui proses ejara mengajar kegiatan yang sangat dinamis, sehingga guru
haruslah cermat dan aktif dalam mencermati perubahan-perubahan siswa.
2.3
Syarat-syarat evaluasi
Agar evaluasi dapat berfungsi secara optimal,dapat
memberikan manfaat untuk perbaikan program dan kegiatan-kegiatan pembelajaran,
maka evaluasi harus memenuhi beberapa persyaratan.Sejumlah ahli evaluasi mengemukakan beberapa
persyaratan umum yang harus dipenuhidalam melksanakan evaluasi, yaitu:
1.
Kesahihan
atau validitas
Validitas dapat diartikan sebagai
ketepatan dalam mengevaluasi apa yang harus dievaluasi, sedangkan kesahihan
diartikan sebagai kelayakan interpretasi terhadap hasil dari suatu instrumen
evaluasi (Grounlound, 1985:57)
Nurkencana
dan Sumartana (ndah.K:2012) mengemukakan bahwa aliditas dapat ditinjau dari beberapa
segi seperti dibawah ini:
a.
Validitas
ramalan (pradictive validitas)
Validitas dapat diartikan sebagai ketepatan
dari suatu alat pengukur ditinjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan
prestasi yang dicapai kemudian.
b.
Validitas
bandingan (concurrent validity)
Validitas
bandingan adalah ketepatan dari suatu tes dilihat dari kolerasinya terhadap
kecakapan yang telah dimiliki saat ini secara nyata. Perbedaan dengan validitas
ramalan adalah dilihat dari segi waktunya. Validitas ramalan melihat
hubungannya dengan masa yang akan datang, sedangkan validitas bandingan melihat
hubungannya dengan masa sekarang.
c.
Validitas
isi (construct validity)
Validitas
isi diartikan sebagai ketepatan suatu tes ditinjau dari isi tes tersebut. Suatu
tes hasil belajar dikatakan valid menurut validitas isi ini bila mana materi
test tersebut betul-betul dapat mewakili secara menyeluruh dari bahan-bahan
pelajaran yang diberikan.
d.
Validitas
konstruk(construct validity)
Validitas
konstruk dapat diartikan sebagai keputusan suatu tes ditinjau dari susunan
(konstruksi) tes tersebut. Untuk mengetahui apakah tes yang kita susun memenuhi
syarat-syarat validitas konstruk ini, maka kita harus membandingkan susunan tes
tersebut dengan syarat-syarat penyusunan tes yang baik. Apabila tes yang dibuat
telah mengkacu kepada syarat-syarat penyusunan tes maka berarti tes tersebut
memenuhi syarat kvaliditas konstruk.
2.
Keterandalan
(reliabilitas)
Keterandalan evaluasi berhubungan dengan
masalah kepercayaan, bahwa instrumen evaluasi mampu memberikan hasil yang tetap
Arikanto(Indah k:2012. Nurkencana dan sumartana (1986:131) menjelaskan beberapa
cara yang dapat digunakan untuk mencari taraf reabilitas suatu tes.
a.
Teknik
ulangan.
Teknik ulangan adalah suatu cara yang
ditempuh untuk mencari reliabilitas suatu tes dengan cara memberikan tes
tersebut kepada kelompok anak dalam dua kesempatan yang berlainan.
b.
Teknik
bentuk paralel.
Pada teknik bentuk paralel digunakan
dua bentuk tes yang sejenis, baik mengenai isinya, proses mental yang diukur,
tingkat kesukaran maupun jumlah item.
c.
Teknik
belah dua.
Dalam teknik ini tes yang diberikan
kepada sekelompok subyek dibelah
menjadi
dua bagian. Tiap-tiap bagian diberi skor secara terpisah.
3.
Kepraktisan
Kepraktisan evaluasi dapat diartikan
sebagai kemudahan-kemudahan yang ada kaitan dengan instrumen evaluasi, baik
dalam mempersiapkan, menggunakan, mengelola hasil,menginterprestasikan hasil
maupun kemudahan-kemudahan dalam penyimpanannya.
a.
kemudahan
administrasi
Kemudahan-kemudahan yang berkaitan
dengan sistem pengadministrasian instrumen evaluasi dan pengaturan
pelaksanaanya.
b.
waktu
yang disediakan
Waktu yang disediakan untuk
melaksanakan evaluasi hendaknya diperhitungkan secara cermat, sehingga
memberikan kesempatan yang cukup untuk melaksanakan rangkaian evaluasi tersebut
sehingga tidak menimbulkan kesulitan dari peserta tes dan pelaksana.
c.
kemudahan
menskor
Untuk memberikan kemudahan penskoran,
diperlukan ketersediaan petunjuk yang jelas untuk penskoran, demikian pula
memudahkan untuk kunci penskoran, pemisahan lembar soal dan lembar jawaban atau
beberapa bentuk kegiatan lainnya yang dapat membantu kemudahan penskoran.
d.
kemudahan
intrerpretasi
untuk memudahkan interprestasi dan
aplikasi hasil evaluasi dan aplikasi hasil evaliuasi diperlukan petunjuk yang
jelas.
e.
tersedianya
bentuk instrumen evaluasi yang ekuivalen atau sebanding
2.4
Jenis-jenis evaluasi pembelajaran
Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa
evaluasi pembelajaran berkaitan dengan aktivitas untuk menentukan nilai, jasa
atau manfaat dari kegiatan pembelajaran. Karena kegiatan pembelajaran meliputi
berbagai aspek kegiatan yang cukup luas, maka evaluasi pembelajaran meliputi
berbagai dimensi pula. Berikut ini beberapa bentuk evaluasi pembelajaran yang
lazim dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
1.
Efaluasi
formatif
Evaluasi formatif seringkali diartikan
sebagai kegiatan evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu
pokok bahasan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana suatu proses
pembelajaran telah berjalansebagai mana direncanakan. Dari hasil evaluasi ini
akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap
belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindakan
lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil anak akan
diberikan remidial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang
mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa
yang berhasil akan melanjutkan pada topik berikutny, bahkan bagi mereka yang
memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan
yang sifatnya perluasan dan pendalaman topik yang telah dibawahi, sehingga
memungkan mencapai setandar keberhasilan yang tinggi.
2.
Efaluasi
sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang
dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih
dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta
didik telah dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya.
3.
Diagnotik
Evaluasi diagnotik adalah evaluasi yang
digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada
pada siswa, sehingga dapat dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi
diagnotik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahapan awal,
selama proses maupun akhir pelajaran. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon
siswa sebagai input. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui
bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik, sehingga guru
dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh.
Sementara pada tahap akhir diagnotik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan
siswa atas seluruh materi yang telah dipelajari.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Evaluasi berasal dari bahasa inggris yaitu evaluation. Dari penjelasan diatas
kita menemukan bahwa evaluasi berbeda dengan pengukuran, penilaian ataupun
testing melainkan antara evaluasi, pengukuran, penilaian ataupun testing itu
saling berkesinambungan atau saling berkaitan. Evaluasi merupakan komponen
sistem pendidikan atau pembelajaran serta kegiatan pengumpulan data untuk
mengukur sejauhmana tujuan telah tercapai. dengan adanya evaluasi kita dapat
mengukur atau mengidentifikasi suatu kegiatan proses belajar dan pembelajaran
tersebut bisa dikatakan mencapai tujuan atau belum, sukses atau tidaknya.
Tujuan
dan fungsi evaluasi sangat lah besar salah satunya mengetahui tingkat
keefektifan dalam pembelajaran, mempermudah pengajar dalam menyeleksi peserta
didik dan dapat mengatasi secara tepat dan cepat. Dengan begitu kemampuan memahami
dan melaksanakan evaluasi ini menjadi tanggung jawab besar bagi guru. Dapat
kita ketahui proses ejara mengajar kegiatan yang sangat dinamis, sehingga guru
haruslah cermat dan aktif dalam mencermati perubahan-perubahan siswa.
Agar evaluasi dapat dilakukan dengan benar guru harus
memahami tentang evaluasi lebih mendalam salah satunya syarat dan jenis
evaluasi. Syarat evaluasi ada keshahihan atau validitas, keterandalan
(reliabitas), kepraktisan. Sedangkan jenis-jenis dari evaluasi ada evaluasi
formatif, evaluasi sumatif, diognatik. Pengajar kurang sempurna dalam
mengevaluasi siswa apabila belum memahami komponen-komponen dari evaluasi
sendiri. Oleh sebab itu mempelajar evaluasi sangat lah penting.
3.1 Saran
Dengan mengetahui kegiatan evaluasi diharapkan bisa membantu memberikan
pengetahuan kepada calon pendidik agar bisa memahami cara mendiagnosa kelebihan
dan kelemahan siswa dan dapat menangani dengan
tepat.
DAFTAR PUSTAKA
Khomsiah,
Indah. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Depok Sleman Yogyakarta.Teras
Ibrahim, R. 2010. Perencanaan Pengajaran.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mufarrokah, Anissatul. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar baru.
Wina, sanjaya. 2011. Kurikulum dan
pembelajaran teori dan praktek pengembangan tingkat satuan pendidikan
(KTSP). Jakarta: Kencana pranada media group.
Nurkencana, Wayan; Sumartana PPN. 1986. Evaluasi
pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Harjanto. 2011. Perencanaan pengajaran.
Jakarta: Rineke cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar