Selasa, 27 Oktober 2015

MAKALAH
EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN
Evaluasi Belajar dan Pembelajaran ”
logo




                                                                                       








Disusun oleh :
Fittrotul cahya fatmawati (0610075312)
PMTK 5 A





PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2015

KATA PENGANTAR



Dengan mengucap Alhamdulillah hirabbil ‘alamin, puji dan syukur dipanjatkan Kehadirat Allah SWT. berkat Rahmat dan Hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN dengan judul “Evaluasi belajar dan pembelajaran ” tepat pada waktunya. Dalam matakuliah evaluasi proses dan hasil pembelajaran mahasiswa dituntut agar memahami lebih mendalam tentang evaluasi, oleh sebab itu penulis mengupas tentang pengertian dan prinsip umum evaluasi, tujuan evaluasi, syarat-syarat umum evaluasi, dan jenis-jenis evaluasi pembelajaran.Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah dalam mata kuliah evaluasi proses dan hasil pembelajaran, selain itu penulis mengharapkan makalah ini dapat menambah informasi-informasi yang berkaitan dengan pembelajaran.
 Shalawat dan salam kami haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. karena beliau membawa manusia dari jaman kebodohan dan kegelapan kepada zaman yang terang benderang penuh dengan berbagai ilmu.Dalam kesempatan ini juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini belum bisa dikatakan sempurna disebabkan keterbatasan ilmu yang kami miliki, oleh karena itu saran dan kritik konstruktif dari berbagai pihak sangat diharapkan. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amin.


Pekalongan,  September  2015

Penyusun



DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................................... .... i
Kata Pengantar...................................................................................................... .... ii
Daftar Isi............................................................................................................... .... iii
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................................... 1
            Latar Belakang.......................................................................................... .... 1
            Rumusan Masalah...................................................................................... .... 2
            Tujuan........................................................................................................ .... 2
BAB II
PEMBAHASAN...................................................................................................... 3
            Pengertian dan prinsip umum Evaluasi ......................................................... 3
            Tujuan dan Fungsi Evaluasi........................................................................... 5
            Syarat-syarat umum Evaluasi......................................................................... 7
            Jenis-jenis Evaluasi pembelajaran.............................................................. .... 10
BAB III
PENUTUP
            Kesimpulan................................................................................................ .... 12
            Saran.......................................................................................................... .... 12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... .... 13











BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Apabila kita ingin mengetahui apakah tujuan yang kita rumuskan dapat tercapai, apakah aktivitas yang kita lakukan telah berhasil mencapai sasaran, kesemuanya itu membutuhkan proses evaluasi untuk dapat menjawab secara tepat. Sebagaimana pentingnya penetapan dan perumusan tujuan. Pentingnya aktivitas dalam suatu kegiatan, maka kedudukan evaluasi dalam proses kegiatan belajar dan pembelajaran juga memiliki kedudukan yang sama pentingya, karena evaluasi merupakan bagian integral dari proses kegiatan secara keseluruhan. Karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui tingkat keberhasilan dari sebuah kegiatan.
Evaluasi dalam proses pembelajaran menempati kedudukan yang penting dan merupakan bagian utuh dari proses dan tahapan kegiatan pembelajaran. Dengan melakukan evaluasi, guru dapat mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukannya. Dengan demikian setiap kali membahas proses pembelajaran, maka kita juga membahas tentang evaluasi, karena evasuali insklusif di dalam proses pembelajaran. Untuk dapat melasksanakan evaluasi pembelajaran dengan benar, maka setiap guru dipersyaratkan mengetahui berbagai dimensi yang terkait dengan evaluasi. Mengingat pentingnya hal ini maka pada bagian ini anda diajak mengkaji bersama evaluasi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1    Apa pengertian dan prinsip umum Evaluasi ?
1.2.2    Apa tujuan dan fungsi dari evaluasi ?
1.2.3   Apa syarat-syarat Umum Evaluasi ?
1.2.4   Sebutkan jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran?



1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1   Dapat mengetahui pengertian dari evaluasi.
1.3.2   Dapat mengetahui tujuan dari evaluasi.
1.3.3   Dapat mengetahui syarat-syarat umum evaluasi.
1.3.4   Dapat memahami setiap jenis evaluasi.





















BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Pengertian dan prinsip umum evaluasi
Apa yang dimaksud dengan evaluasi ? apakah evaluasi sama dengan pengukuran dan penilaian ?
Jika kita cermati dari berbagai sumber yang membahas tentang evaluasi,baik berkenaan dengan konsep, prinsip maupun tujuan yang menggambarkan kesamaan juga keragaman persepsi masing-masing penulis. Ada beberapa pengertian evaluasi. Evaluasi dalam bahasa Inggris dikenal dengan istila Evaluation yang berarti penilaian ata penaksiran. Menurut wand and brown dalam bukunya wind sanja (2011:335) mendefinisikan evaluasi sebagai “rever to the act or process to determining the value of something” evaluasi mengacu kepada suatu proses untuk menentukan suatu nilai suatu yang dievaluasi. Sejalan dengan itu ada pula yang mencermati aktivitas atau istilah yang memiliki keterkaitan dengan evaluasi, seperti pengukuran, testing. Wiersma dan jurs dalam buku indah komsiyah (2012:105) mereka membedakan antara evaluasi,pengukuran dan testing, keduanya berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan arikanto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Ketiga pendapat diatas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas dari pada pengukuran dan testing.
Menurut phompam mengemukakan bahwa untuk memahami arti evaluasi memang perlu terlebih dahulu memahami arti pengukuran. Menurutnya pengukuran menunjukan kegiatan mengukur, yaitu menghitung atau menetapkan angka-angka sehingga kita dapat menggambarkan sesuatu secara lebih seksama. Pengukuran terdiri dari penetapan status gejala tertentu dengan cara yang lebih seksama dalam bukunya indah komsiyah (2012:106)
 Michael scriven, seorang teoritis evaluasi mengamati bahwa evaluasi terdiri dari penetapan nilai. Karena itu evaluasi pendidikan terdiri dari penetapan nilai  sehubungan dengan fenomena pendidikan.penetapan nilai disini adalah penentuan manfaat relatif yang kita evaluasi. Sejalan dengan pandangan tersebut azmawi zainul dan noehi nasution mengartikan pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas, sedangkan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. ( indah komsiyah:2012)
Dalam sebuah tulisan tentang penilaian hasil belajar sudrajad dalam buku indah komsiyah (2012:107) mengemukakan banyak orang mencampur adukkan pengertian antara evaluasi, pengukuran, tes dan penilaian, padahal keempatnya berbeda. Evaluasi adalah kegiatan identivikasi untuk melihat apakah suatu program yang direncanakan telah tercapai atau belum,berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efesiensi pelaksanaannya. Evaluasi menghubungkan dengan keputusan nilai (value judgmen). Esensi dari evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan keputusan, pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh diskripsi numerik dari suatu tingkat dimana seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Sedangkan penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana proses penilaian peserta didik atau ketercapaian kompetensi peserta didik.
Menurut Nurkancana dan Sumartana dalam buku indah komsiyah (2012) yang membahas pendapat wand and brown, pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas pada sesuatu. Sedangkan evaluasi merujuk pada suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu. Dari definisi tersebut diketahui bahwa pengukuran akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan “how much” sedangkan penilaian akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan “what value”.
Dapat kita cermati kembali komponen-komponen pemblajaran, dapat disimpulkan bahwa evaluasi berasal dari bahasa inggris yaitu evaluation. Dari penjelasan diatas kita menemukan bahwa evaluasi berbeda dengan pengukuran, penilaian ataupun testing melainkan antara evaluasi, pengukuran, penilaian ataupun testing itu saling berkesinambungan atau saling berkaitan. Evaluasi merupakan komponen sistem pendidikan atau pembelajaran serta kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan telah tercapai. dengan adanya evaluasi kita dapat mengukur atau mengidentifikasi suatu kegiatan proses belajar dan pembelajaran tersebut bisa dikatakan mencapai tujuan atau belum, sukses atau tidaknya. Oleh sebab itu kemampuan guru didalam mengevaluasi pembelajaran secara tepat akan membawa pengaruh besar pada peningkatan kualitas pembelajaran. Misalanya ketika guru memberikan materi perkalian, untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa guru mengadakan tes, hasil tes tersebut menyatakan 10% mendapatkan nilai dengan hampir sempurna, 65% mendapat nilai sedang, 25% mendapat nilai kurang memuaskan. Dengan seperti itu guru harus mengevaluasi dengan tepat dimana yang kurang tepat dalam pembelajaran tersebut sehingga dapat di tangani dengan tepat serta dapat mengubah tingkat kepahaman siswa.
Setiap guru dituntut memiliki perangkat pengetahuan tentang berbagai jenis evaluasi, prinsip-prinsip evaluasi, memilih jenis-jenis evaluasi sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajaran serta prosedur implementasi dalam kegiatan pembelajaran. Dimyanti dan mujiono mengemukakan dalam indah komsiyah (2012:109) hal penting yang harus diketahui guru adalah bahwa secara umum evaluasi mencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Guru seharusnya dapat membedakan evaluasi keduanya. Evaluasi hasil belajar lebih menekankan seberapa siswa dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dalam pengajaran yang berlangsung. Sedangkan evaluasi pembelajaran proses sistematis untuk memperoleh informasi tentang tingkat keefektifan proses pembelajaran dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
2.2         Tujuan dan Fungsi Evaluasi
secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara spesivik evaluasi memiliki banyak tujuan dan manfaat.(indah khomsiyah:2012). Sehebungan dengan itu menurut (Anissatul.M:2011) tujuan evaluasi ada dua yaitu:
1. Tujuan Umum
a) Untuk menghimpun data tentang taraf kemajuan dan perkembangan peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. (Sampai di mana keberhasilan mereka  dalam mencapai tujuan kurikuler).
b) Untuk mengetahui efektifitas metode pengajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
 2. Tujuan Khusus
a)   Untuk merangsang peserta didik dalam program pembelajaran
b)  Untuk mencari faktor keberhasilan dan kegagalan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Karena itu menurut reeece dan walker dalam indah komsiyah(2012:111) mengapa evaluasi harus dilakukan, yaitu :
1.        Memperkuat kegiatan belajar
2.        Menguji pemahaman dan kemampuan siswa
3.        Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai
4.        Mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran
5.        Memotivasi siswa
6.        Memberi umpan balik bagi siswa
7.        Memberi umpan balik bagi guru
8.        Memelihara standar mutu
9.        Mencapai kemajuan proses dn hasil belajar.
10.    Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya.
11.    Menilai kualitas belajar
Pelaksanaan dalam pendidikan mempunyai manfaat yang luas, tidak sekedar mengukur keberhasilan proses belajar akan tetapi dapat memberikan manfaat dalam berbagai kegiatan lain guru maupun bagi siswa Nurkencana(Indah.K:2012), beberapa fungsi atau manfaat evaluasi pendidikan dan pembelajaran tersebut adalah untuk:
1.      Mengetahui taraf kesiapan anak untuk menempuh suatu pendidikan tertentu.
2.      Mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan.
3.      Mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat dilanjutkan dengan bahan yang baru atau harus mengulang pelajaran-pelajaran yang telah lampau.
4.      Untuk mengadakan seleksi.
5.      Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang dipergunakan dalam lapangan pendidikan.


Sedangkan menurut R ibrahim (2010:133) Dalam pengembangan program pengajaran, ada dua fungsi utama evaluasi yang perlu diwujutkan:
1.      Mengetahui tingkat efektivitas program dalam mencapai tujuan-tujuannya.
2.      Mengidentifikasi bagian-bagian dari program pengajaran yang perlu diperbaiki.
Sehubungan dengan itu menurut Harjanto (2011:277) secara garis besar dalam proses belajar mengajar, evaluasi memiliki fungsi pokok sebagai berikut:
1.        Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar mengajar selama jangka tertentu.
2.        Untuk mengukur sampaimana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan
3.        Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses belajar mengajar
Setelah mengulas uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dan fungsi evaluasi sangat lah besar salah satunya mengetahui tingkat keefektifan dalam pembelajaran, mempermudah pengajar dalam menyeleksi peserta didik dan dapat mengatasi secara tepat dan cepat. Dengan begitu kemampuan memahami dan melaksanakan evaluasi ini menjadi tanggung jawab besar bagi guru. Dapat kita ketahui proses ejara mengajar kegiatan yang sangat dinamis, sehingga guru haruslah cermat dan aktif dalam mencermati perubahan-perubahan siswa.

2.3         Syarat-syarat evaluasi
Agar evaluasi dapat berfungsi secara optimal,dapat memberikan manfaat untuk perbaikan program dan kegiatan-kegiatan pembelajaran, maka evaluasi harus memenuhi beberapa persyaratan.Sejumlah ahli evaluasi mengemukakan beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhidalam melksanakan evaluasi, yaitu:
1.        Kesahihan atau validitas
        Validitas dapat diartikan sebagai ketepatan dalam mengevaluasi apa yang harus dievaluasi, sedangkan kesahihan diartikan sebagai kelayakan interpretasi terhadap hasil dari suatu instrumen evaluasi (Grounlound, 1985:57)
Nurkencana dan Sumartana (ndah.K:2012) mengemukakan bahwa aliditas dapat ditinjau dari beberapa segi seperti dibawah ini:

a.          Validitas ramalan (pradictive validitas)
 Validitas dapat diartikan sebagai ketepatan dari suatu alat pengukur ditinjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapai kemudian.
b.          Validitas bandingan (concurrent validity)
        Validitas bandingan adalah ketepatan dari suatu tes dilihat dari kolerasinya terhadap kecakapan yang telah dimiliki saat ini secara nyata. Perbedaan dengan validitas ramalan adalah dilihat dari segi waktunya. Validitas ramalan melihat hubungannya dengan masa yang akan datang, sedangkan validitas bandingan melihat hubungannya dengan masa sekarang.
c.          Validitas isi (construct validity)
        Validitas isi diartikan sebagai ketepatan suatu tes ditinjau dari isi tes tersebut. Suatu tes hasil belajar dikatakan valid menurut validitas isi ini bila mana materi test tersebut betul-betul dapat mewakili secara menyeluruh dari bahan-bahan pelajaran yang diberikan.
d.         Validitas konstruk(construct validity)
Validitas konstruk dapat diartikan sebagai keputusan suatu tes ditinjau dari susunan (konstruksi) tes tersebut. Untuk mengetahui apakah tes yang kita susun memenuhi syarat-syarat validitas konstruk ini, maka kita harus membandingkan susunan tes tersebut dengan syarat-syarat penyusunan tes yang baik. Apabila tes yang dibuat telah mengkacu kepada syarat-syarat penyusunan tes maka berarti tes tersebut memenuhi syarat kvaliditas konstruk.
2.        Keterandalan (reliabilitas)
        Keterandalan evaluasi berhubungan dengan masalah kepercayaan, bahwa instrumen evaluasi mampu memberikan hasil yang tetap Arikanto(Indah k:2012. Nurkencana dan sumartana (1986:131) menjelaskan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencari taraf reabilitas suatu tes.

a.              Teknik ulangan.
          Teknik ulangan adalah suatu cara yang ditempuh untuk mencari reliabilitas suatu tes dengan cara memberikan tes tersebut kepada kelompok anak dalam dua kesempatan yang berlainan.
b.             Teknik bentuk paralel.
          Pada teknik bentuk paralel digunakan dua bentuk tes yang sejenis, baik mengenai isinya, proses mental yang diukur, tingkat kesukaran maupun jumlah item.
c.              Teknik belah dua.
          Dalam teknik ini tes yang diberikan kepada sekelompok subyek dibelah
menjadi dua bagian. Tiap-tiap bagian diberi skor secara terpisah.
3.        Kepraktisan
        Kepraktisan evaluasi dapat diartikan sebagai kemudahan-kemudahan yang ada kaitan dengan instrumen evaluasi, baik dalam mempersiapkan, menggunakan, mengelola hasil,menginterprestasikan hasil maupun kemudahan-kemudahan dalam penyimpanannya.
a.              kemudahan administrasi
          Kemudahan-kemudahan yang berkaitan dengan sistem pengadministrasian instrumen evaluasi dan pengaturan pelaksanaanya.
b.             waktu yang disediakan
          Waktu yang disediakan untuk melaksanakan evaluasi hendaknya diperhitungkan secara cermat, sehingga memberikan kesempatan yang cukup untuk melaksanakan rangkaian evaluasi tersebut sehingga tidak menimbulkan kesulitan dari peserta tes dan pelaksana.
c.              kemudahan menskor
          Untuk memberikan kemudahan penskoran, diperlukan ketersediaan petunjuk yang jelas untuk penskoran, demikian pula memudahkan untuk kunci penskoran, pemisahan lembar soal dan lembar jawaban atau beberapa bentuk kegiatan lainnya yang dapat membantu kemudahan penskoran.
d.             kemudahan intrerpretasi
          untuk memudahkan interprestasi dan aplikasi hasil evaluasi dan aplikasi hasil evaliuasi diperlukan petunjuk yang jelas.
e.              tersedianya bentuk instrumen evaluasi yang ekuivalen atau sebanding


2.4         Jenis-jenis evaluasi pembelajaran
Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa evaluasi pembelajaran berkaitan dengan aktivitas untuk menentukan nilai, jasa atau manfaat dari kegiatan pembelajaran. Karena kegiatan pembelajaran meliputi berbagai aspek kegiatan yang cukup luas, maka evaluasi pembelajaran meliputi berbagai dimensi pula. Berikut ini beberapa bentuk evaluasi pembelajaran yang lazim dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.
1.        Efaluasi formatif
        Evaluasi formatif seringkali diartikan sebagai kegiatan evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana suatu proses pembelajaran telah berjalansebagai mana direncanakan. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindakan lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil anak akan diberikan remidial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa yang berhasil akan melanjutkan pada topik berikutny, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman topik yang telah dibawahi, sehingga memungkan mencapai setandar keberhasilan yang tinggi.
2.        Efaluasi sumatif
        Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya.
3.        Diagnotik
        Evaluasi diagnotik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa, sehingga dapat dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi diagnotik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahapan awal, selama proses maupun akhir pelajaran. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik, sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. Sementara pada tahap akhir diagnotik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajari.





BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Evaluasi berasal dari bahasa inggris yaitu evaluation. Dari penjelasan diatas kita menemukan bahwa evaluasi berbeda dengan pengukuran, penilaian ataupun testing melainkan antara evaluasi, pengukuran, penilaian ataupun testing itu saling berkesinambungan atau saling berkaitan. Evaluasi merupakan komponen sistem pendidikan atau pembelajaran serta kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan telah tercapai. dengan adanya evaluasi kita dapat mengukur atau mengidentifikasi suatu kegiatan proses belajar dan pembelajaran tersebut bisa dikatakan mencapai tujuan atau belum, sukses atau tidaknya.
Tujuan dan fungsi evaluasi sangat lah besar salah satunya mengetahui tingkat keefektifan dalam pembelajaran, mempermudah pengajar dalam menyeleksi peserta didik dan dapat mengatasi secara tepat dan cepat. Dengan begitu kemampuan memahami dan melaksanakan evaluasi ini menjadi tanggung jawab besar bagi guru. Dapat kita ketahui proses ejara mengajar kegiatan yang sangat dinamis, sehingga guru haruslah cermat dan aktif dalam mencermati perubahan-perubahan siswa.
Agar evaluasi dapat dilakukan dengan benar guru harus memahami tentang evaluasi lebih mendalam salah satunya syarat dan jenis evaluasi. Syarat evaluasi ada keshahihan atau validitas, keterandalan (reliabitas), kepraktisan. Sedangkan jenis-jenis dari evaluasi ada evaluasi formatif, evaluasi sumatif, diognatik. Pengajar kurang sempurna dalam mengevaluasi siswa apabila belum memahami komponen-komponen dari evaluasi sendiri. Oleh sebab itu mempelajar evaluasi sangat lah penting.
3.1  Saran
Dengan mengetahui kegiatan evaluasi diharapkan bisa membantu memberikan pengetahuan kepada calon pendidik agar bisa memahami cara mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dan dapat menangani dengan tepat.




DAFTAR PUSTAKA

Khomsiah, Indah. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Depok Sleman Yogyakarta.Teras
Ibrahim, R. 2010. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mufarrokah, Anissatul. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung:  Sinar baru.
Wina, sanjaya. 2011. Kurikulum dan pembelajaran teori dan praktek pengembangan tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana pranada media group.
Nurkencana, Wayan; Sumartana PPN. 1986. Evaluasi pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Harjanto. 2011. Perencanaan pengajaran. Jakarta: Rineke cipta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar