Minggu, 14 Juni 2015

conto makalah ilmu sosial budaya dasar

BAB  I
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR

1.    SEKILAS TENTANG ILMU-ILMU SOSIAL, ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL DASAR.
a.       Ilmu-ilmu Sosial
Sumber dari semua sumber ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Dari filsafat itu kemudian lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu :
1)     Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi : fisika, Kimia, Astronomi, biologi, botani dan lain-lain.
2)     Social Sciences, (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geografi dan lain-lain.
3)     Humanities (ilmu-ilmu Budaya) meliputi : bahasa, agama, kesusastraan, kesenian dan lain-lain.
Wujud dan kenyataan-kenyataan adanya perkembangan ilmu-ilmu Sosial di Indonesia  sebagai berikut :
1.      Pertama-tama didirikan di Yogyakarta suatu akademi ilmu politik.
2.      Didirikan pula Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada pada tanggal 17 Februari 1946, mempunyai dua fakultas yaitu Fakultas Satra dan Fakultas Sosial.
3.      Didirikan Akademi Kepolisian.
Sesungguhnya latar belakang berdirinya ketiga pendidikan tinggi tersebut lebih menekankan pada pembentukan lembaga-lembaga pendidikan untuk mencetak kader-kader pengisi jabatan tinggi di Pemerintah Republik Indonesia.   
b.      Ilmu Pengetahuan Sosial.
Social Studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah (elementary dan secondary school).
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bidang studi yang merupakan paduan (fusi) dari sejumlah mata pelajaran sosial. Ilmu –ilmu sosial merupakan dasar dari IPS.
c.       Ilmu Sosial Dasar.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi yang sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaharuan sistem pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah Ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Dilaksanakannya ISD sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU) disetiap perguruan tinggi negeri khususnya, tidak berarti pengantar-pengantar ilmu sosial harus hilang dari kurikulum perguruan tinggi. Pengantar-pengantar ilmu sosial masih dipertahankan, sebab ia mempunyai misi memberikan pengetahuan teoritis ilmiah pada ilmu tertentu yang bersifat subject-oriented.

2.    LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR.
Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai banyaknya kritikan-kritikan yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendekiawan terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan, mereka mengangap sistem pendidikan yang tengah berlangsung saat ini berbau colonial dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda. Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan  memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi personal, akademik dan profesional.
Kemampuan akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis, mempunyai kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif pemecahannya.
Kemampuan profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahi yang bersangkutan.
Upaya-upaya pembangunan yang dilaksanakan pada saat ini khususnya pada negara-negera berkembang menghadapi tantangan yang berat antara lain :
Pertama   : bobot penduduk yang mereka hadapi tidak seberat yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang saat ini, terutama Indonesia. Perkembangan penduduk yang tinggi telah menimbulkan berbagai masalah dibidang sosial dan ekonomi.
Kedua      : sebagai pioneers. Negara-negara Barat tidak menghadapi masalah pemilihan teknologi, kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi sudah sedemikian majunya, membawa pengaruh yang besar terhadap intensitas kontak budaya dengan kebudayaan dari luar.
Ketiga      : hampir semua pioneers ditandai oleh sifat homogenitas daripada keadaan sosial dan kulturalnya, sedangkan negara-negara berkembang saat ini terpaksa bergelut dengan masalah nation building yang rumit, sementara pada saat yang sama pembangunan ekonomi harus mereka laksanakan.

3.    ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MKDU
Mata Kuliah Dasar Umum di perguruan tinggi di Indonesia dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian. Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk bertindak sebagai warga negara yang terpelajar, yang meliputi mata kuliah :
1)      Agama
2)      Pancasila
3)      Pendidikan sejarah perjuangan Bangsa
4)      Kewiraan
Kelompok kedua diharapkan dapat membantu kepekaan mahasiswa, berkenaan dengan lingkungan alamiah, lingkungan sosial dan lingkungan budaya, yang meliputi mata kuliah :
1)        Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
2)        Ilmu Sosial Dasar (ISD)
3)        Ilmu Budaya Dasar (IBD)
MKDU bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
a.       Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
b.      Memiliki wawasan Sejarah Perjuangan Bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, mempertinggi kebangsaan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
c.       Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
d.      Memiliki wawasan budaya yang luas dan tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamiah serta secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.
e.       Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyingkapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.
Tujuan dari pendidikan umum di perguruan tinggi adalah :
1)      Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.
2)      Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan sosial yang timbul dalam masyarakat.
3)      Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran dari ahli-ahli berbagai ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi.
Sebagai mata kuliah dasar umum, Ilmu Sosial Dasar bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan pribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia.
4.    RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Ruang lingkup pembahasan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar yaitu :
1)      Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang – bidang keahlian yang berbeda-beda.
2)      Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri.
Berdasarkan Konsorsium Antar Bidang : ada 8 Pokok Bahasan
1)      Mempelajari dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2)      Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3)      Mengkaji masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya sebagai pemuda dan mahasiswa.
4)      Mempelajari hubungan antara warga negara dan negara.
5)      Mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
6)      Mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7)      Mempelajari dan menyadari adanya pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya integrasi masyarakat.
8)      Mempelajari usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.

5.    MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR.
Pengertian masalah sosial ada dua pengertian :
1)      Menurut Umum atau warag masyarakat bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.
2)      Menurut para ahli. Masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. Contoh : masalah pedagang kaki lima dikota-kota besar di Indonesia.
Masalah-masalah sosial dapat di definisikan sebagai : Sesuatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan yang karenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.
a.       Masalah-masalah sosial dan Ahli Ilmu Sosial
Masalah-masalah sosial telah menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia, karena dianggap sebagai pengganggu kesejahteraan hidup mereka. Sehingga merangsang para warga masyarakat untuk mengidentifikasikan, menganalisa, memahami dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya.
Sejumlah ahli ilmu-ilmu sosial seperti Merton dan Nisbet (1961), Denzin (1973), Gerson (1969) dan Brodley (1976), merasakan bahwa denganmenggunakan pendekatan masalah-masalah sosial sebagai kerangkanya maka hakikat masyarakat dan kebudayaan manusia akan lebih dapat dipahami.
b.      Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar.
ISD sebagai mata kuliah menyajikan suatu pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan masalah-masalahnya dengan menggunakan suatu kerangka pendekatan yang melihat sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan kacamata subyektif. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif akan mewujudkan adanya kepekaan mengenai masalah-masalah sosial yang disertai dengan penuh rasa tanggungjawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.
BAB  II
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN.

1)        Masalah Penduduk Dunia
Pada prinsipnya pertambahan penduduk dunia yang meningkat sedemikian cepat merupakan suatu acaman bagi kehidupan umat manusia itu sendiri. Dengan begitu semakin padatlah penduduk planet bumi, seiring dengan itu, semakin sempit pulalah lahan buat pemukiman dan pertanian. Selain lahan, mereka juga akan membutuhkan berbagai sumber alam lainnya, untuk menunjang kebutuhan hidupnya.
Semakin banya sumber-sumber alam yang dikonsumsikan oleh umat manusia, semakin cepat terkuras pula cadangan sumber-sumber alam diperut bumi.
Pendek kata, pertumbuha penduduk dunia secara eksponensial tidak saja akan menguras potensi lahan dan sumber-sumber alam, diluar itu masih menambah beban berjuta, bahkan bermilyar ton zat-zat polutan terhadap sistem ekologi di planet bumi ini.

2)        Konsep Keseimbangan Dinamis
Baik pertambahan penduduk yang meningkat dengan cepat, atau berkurangnya penduduk secara dratis dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan menanggung resiko yang berat bagi negara-negara di dunia. Oleh karena itu jalan keluar imbangan dinamis.
Konsep Keseimbangan Dinamis berarti pertambahan populasi penduduk dapat terkontrol, terukur, disamping dapat terpenuhi berbagai kebutuhan hidup yang menyangkut kebutuhan material maupun spiritual.
Kebutuhan material berkaitan dengan konsumsi sumber-sumber alam yang terpaut pada kegiatan sosial ekonomi. Sedangkan kebutuhan spiritual menyangkut tentang religi, kepercayaan dan kebudayaan.

3)        Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan
a)      Pendidikan
Kurang lebih 50% anak –anak usia sekolah di pedesaan negara-negara Afrika, Asia, Amerika Latin tidak dapat mengeyam kesempatan pendidikan formal, karena tekanan ekonomi dan kemiskinan yang melilit kehidupan mereka.
b)      Kesehatan
UNICEF memberikan prioritas pelayanan kesehatan kepada anak-anak balita, yang terbagi dalam 4 program yaitu :
1.      Mengikuti pertumbuhan anak
2.      ASI
3.      Imunitas
4.      ORT
4)        Pengawetan Tanah dan Air
Fokus usaha-usaha pengawetan tanah dan air lebih dititikberatkan kepada usaha-usaha melestarikan hutan, antara lain dengan sistem rotasi.
Diluar kawasan hutan usaha penghijauan pekarangan, kebun jalur hijau dan taman-taman di lingkungan pada umumnya. Menjaga kelestarian lahan pertanian di kaki dan lereng pegunungan digunakan sistem sabuk lingkar gunung.
5)        Peningkata Produksi Pangan
Program Bank Dunia periode 1985 – 2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertania sebesar 5%.. kredit Investasi 1975 – 1977 dalam program peningkatan produksi pangan di negara-negara berkembang dialokasikan sebesar 7 milyar dolar, terbagi dalam 2 program yaitu Proyek Pembangunan Pedesaaan dan Pembangunan Pertanian. Dari tahun ke tahun alokasi kredit investasi Bank Dunia cenderung meningkat terus, sejajar dengan perkembangan pembangunan pedesaan dan pembangunan sektor pertanian di negara-negara berkembang.
6)        Faktor-faktor Dasar Kependudukan
Yang menjadi faktor dasar terhadap perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai akibatnya adalah :
a)      Kelahiran, yaitu besar kecilnya kelahirn disebut tingkat kelahiran.
Untuk menghitung tingkat kelahiran ini ada dua cara yaitu :
(1)   Tingkat kelahiran kasar atau Crude Birth Rute (CBR) dengan Rumus :
 

(2)   Tingkat Kelahiran khusus pada kelompok umur tertentu = Age Specific Birth Rate (ASBR) misal : kelompok umur penduduk : 15 – 19 tahun, 20 – 29 tahun  dan sebagainya dengan rumus :
Jumlah kelahiran 1 tahun pada kelompok umur per atau dibagi jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu, kali (X) 1000.
Dari tingkat kelahiran penduduk dapat digolongan menjadi :
a.       Termasuk tinggi   ; lebih 30 orang / 1000 penduduk.
b.      Termasuk sedang ; 20 – 30 orang / 1000 penduduk
c.       Termasuk rendah ; kurang dari 20 orang / 1000 penduduk.

b)      Kematian yaitu besar kecilnya jumlah kematian disebut tingkat kematian.
Untuk menghitung tingkat kematian ini ada dua cara : yaitu
(1)   Tingkat Kematian Kasar / Crude Death Rate yang rumusnya :
Dapat digolongan menjadi :
(a)    Tergolong tingkat tinggi             : lebih dari 19 orang / 1000 penduduk
(b)   Tergolong tingkat sedang           : 14 – 18 orang / 1000 penduduk
(c)    Tergolong tingkat rendah            : 9 – 13 orang / 1000 penduduk.

(2)   Tingkat Kematian Khusus atau tingkat kematian pada kelompok tertentu umur tertentu, misalnya : kelompok umur di bawah 1 tahun yang disebut Infant Mortality Rate. Rumusnya ;
Dapat digolongkan menjadi 3 yaitu :
(a)    Tergolongan sangat tinggi            : lebih dari 125 orang / 1000 kelahiran
(b)   Tergolongan sangat sedang          : 75 – 124 orang / 1000 kelahiran
(c)    Tergolongan sangat rendah          : 35 – 74 orang / 1000 kelahiran

7)        Migrasi atau Perpindahan
Perpindahan atau migrasi ada dua macam :
a)      Migrasi keluar = Out Migration = Emigrasi
b)      Migrasi Masuk = In Migration = Migrasi
Rumus :
Migari netto (migrasi bersih), yaitu jumlah dari selisih Emigrasi dengan Imigrasi per jumlah penduduk kali 1000.
Migrasi menurut lokasi atau daerah dapat dibagi menjadi :
a)      Perpindahan antar negara disebut Emigrasi/Imigrasi untuk bertempat tinggal tetap.
b)      Perpindahan antar pulau dalam suatu negera disebut trasnmigrasi (tempat tinggal tetap).
Macam-macam transmigrasi antara lain :
(1) Transmigrasi Umum
(2) Transmigrasi spontan
(3) Transmigrasi sektoral
(4) Transmigrasi ABRI
(5) Transmigrasi Bedol Desa dan sebagainya.
c)      Perpindahan dari desa ke kota disebut urbanisasi yang hal ini sebagian besar lebih banyak menimbulkan masalah kependudukan untuk daerah kota misalnya karena kurangnya lapangan pekerjaan maka timbul pengangguran, volume kejahatan bertambah, gelandangan dan sebagainya.
Sebab-sebab perpindahan :
Antara lain karena alasan ekonomi, agama, politik dan sebagainya.

8)        Perkembangan Penduduk
a)      Bagi negara yang sedang berkembang.
Akan menimbulkan berbagai macam problem atau masalah penduduk antara lain :
(1)   Rendahnya Income perkapita penduduk, karena belum semua sumber alam dapat diolah sendiri dan belum semua penduduk mendapat lapangan kerja.
(2)   Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, karena untuk penyelenggaraan pendidikan diperlukan biaya.
(3)   Penyebaran penduduk yang tak merata. Antara pulau satu dengan pulau yang lain tidak sama padatnya.
(4)   Tempat tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran kehidupan yang layak dan higienis.
b)      Bagi negara yang modern/Maju.
Bagi negara yang maju dengan berbagai teknologinya itu maka masalah kependudukan yang timbulkan antara lain :
(1)   Kurangnya tenaga kerja manusia
(2)   Rendahnya tingkat kelahiran dan sebagainya.

9)        Kebijakan Pemerintah Terhadap Masalah Kependudukan.
Setiap pemerintah bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya akan mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal :
a)      Bagi negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia kebijaksanaan ini pada umumnya disesuaikan dengan falsafah padangan hidup daripada bangsa di negara itu sendiri. Misalnya untuk Indonesia dengan melaksanakan :
(1)   Program Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian
(2)   Program Industrialisasi
(3)   Program Pendidikan Kependudukan
(4)   Program Keluarg Berencana
(5)   Program Transmigrasi
b)      Tiap negara pada saat ini bekerjasama di dalam mengatasi masalah kependudukan yang pelaksanaanya menunjang kebijaksanaan kependudukan nasional.

Dalam usaha mengimbangi pertambahan penduduk perlu hasil-hasil pertanian dan peternakan dipelihara, dipertahankan dan ditambah (konseravasi), yang dapat dilaksanakan dengan :
a)      Preservasi : dalam hal ini diusahakan agar kualitas dan kuantitas hasil bumi diperbaiki untuk masa –masa yang akan datang.
b)      Restorasi : agar berhasil, hasil bumi dan ternak dapat tetap tinggi perlu dipelihara sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit-penyakit tanaman dan hewan.
c)      Benefisiasi : sumber-sumber alam tetap dipelihara kelangsungan fungsinya beserta perkembangannya untuk proses pembangunan.
d)     Reklamasi : penambahan hasil pertanian dapat dijalankan dengan mengubah tanah-tanah improduktif menjadi produktif.

7) Usaha-usaha yang dilaksanakan Kebijakan Kependudukan.
(1)     Usaha Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pertanian
a)      Ekstensifikasi Pertanian L untuk menambah hasil bumi, areal pertanian harus diperluas dengan jalan membuka hutan (forest clearing) atau mengeringkan rawa-rawa.
b)      Intensifikasi pertanian
Untuk perbaikan-perbaikan dalam bidang bercocok tanam meliputi pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul, pembuatan teras sawah, rotasi tanaman dan lain-lain, dapat menambah kualitas dan kuantitas produksi pertanian. Contoh daerah : Jawa, Madura dan Bali.
(2)     Transmigrasi
Pemindahan penduduk daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat dapat mengurangi populations pressure di daerah pengirim, dan dapat menimbulkan daerah-daerah pertanian baru di daerah yang menerimanya.
Daerah Pengirim Trasnmigrasi :
-          Jawa, Madura, Bali
Daerah Penerima :
-          Sumatera, Kalimatan dan Sulawesi
Macam-macam Transmigrasi :
1.      Transmigrasi Umum
2.      Transmigrasi Spontan
3.      Transmigrasi Sektoral
4.      Transmigrasi ABRI
5.      Transmigrasi Bedol Desa

(3)     Industrialisasi
Industrialisasi diusahakan agar kebutuhan penduduk dapat dilayani secukupnya dengan cepat dan merata tetapi tidak mengurangi kualitas produksi, sehingga  dapat mengurangi penderitaan, menaikkan taraf hidup mengurangi masalah-masalah sosial ekonomi.
(4)     Keluarga Berencana
Dimulai dari tahun 1968 dan efektif mulai tahun 1970.
a.       Sifat Pelaksanaan Program Keluarga Berencana adalah sukarela bagi pengikut/pesertanya. Tidak boleh ada paksaan dari Pemerintah maupun Petugas.
b.      Sarana program KB
Adalah : masyarakat seluruh Indonesia/terutama mereka pasangan suami istri/keluarga baik dikota – kota maupun didesa-desa.
c.       Tujuan Program KB
1.      Meningkatkan derajat kesehatan masyarakay terutama anak, ibu dengan cara menjarangkan kelahiran
2.      Mengurangi laju pertambahkan penduduk agar dapat seimbang antara pertambahan penduduk dengan produksi nasional.
d.      Usaha Program KB meliputi :
1.      Menjarangkan kelahiran
2.      Pengobatan kemandulan
3.      Nasihat perkawinan.

(5)     Pendidikan Kependudukan
Peningkatan dan perluasan pendidikan kependudukan dapat melalui berbagai lembaga pendidikan formal maupun non formal (diluar sekolah) dengan menggunakan dan memanfaatkan secara efisien dan efektif semua jenis saluran komunikasi dan mass media yang ada.
Maksud pelaksanaan pendidikan kependudukan adalah agar masyarakat dapat mengubah cara berpikir dari cara berpikir tradisional statis menuju cara berpikir yang rasional dinamis dan bertanggungjawab terhadap besar kecilnya keluarga dalam memanfaatkan masa produktifnya yakni dengan mencintai keluarga kecil yang bahagia, sejahtera, tidak mencintai keluarga besar yang tanpa bahagia.

e.       Migrasi. (perpindahan penduduk)
Migrasi adalah gejala gerak horizontal untuk pindah tempat tinggal dan pindahnya tidak terlalu dekat, melainkan melintasi batas administrasi, pindah ke unit administrasi yang lain, misalnya kelurahan, kabupaten, kota atau negara. Dengan kata lain migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu unit geografis ke unit keografis lainnya. Unit geografis dapat berupa daerah administrasi.

Teori Migrasi.
1)      Teori Gravitasi
Hukum-hukum migrasi antara lain ( Ravenstain tahun 1889) :
a)      Semakin jauh jarak, semakin berkurang volume migran. (distandedecay theory)
b)      Setiap arus migrant yang benar, akan menimbulkan arus balik sebagai gantinya.
c)      Adanya perbedaan desa dengan kota akan mengakibatkan timbulnya migrasi.
d)     Wnaita cendurung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya.
e)      Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi.
f)       Motif utama migrasi adalah ekonomi.
2)      Teori Dorong – Tarik (Push-Pull Theory)
Dikemukakan oleh Everett S. Lee pada tahun 1966, ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap seseorang dalam mengambil keputusan untuk bermigrasi yaitu :
a)      Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
b)      Faktor-faktor yang terdapay didaerah tujuan
c)      Faktor-faktor rintangan
d)     Faktor pribadi
Faktor-faktor yang terdapat didaerah asal maupun di daerah tujuan dapat bersifat positif artinya mempunyai daya dorong atau mempunyai sifat negative artinya mempunyai daya penghambat.
Faktor-faktor yang menjadi daya dorong :
Kerusakan sumber daya alam (erosi tanah, banjir, kekeringan, goncangan-goncangan iklim, pertentangan sosial, politik, agama)
Faktor-faktor yang mempunyai daya tarik :
Penemuan sumber daya ( pertambangan, pendirian industry-industri, keadaan iklim dan lingkungan yang menyenangkan).
Selain jenis-jenis migrasi diatas, dikenal pula migrasi Internal dan migrasi Internasional. Migrasi internal terjadi antara dua unit geografis dalam suatu negara. Jenis-jenis migrasi di atas pada dasarnya termasuk ke dalam migrasi internal. Migrasi internasional terjadi antara negara-negara.
Dalam migrasi internasional selanjutnya dikenal konsep emigrasi dan imigrasi. Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara asal atau pengirim; pelakunya disebut emigrant. Imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara penerima atau negara tujuan; pelakunya disebut imigrasi.
Rumusnya :
 
Dapat digolongkan menurut lokasi perpindahan, yakni :
-       Antar negara, disebut emigrasi atau imigrasi. Kalau keluar ke negara lain disebut emigrasi, tetapi kalau masuk atau datang dari negara lain adalah imigrasi.
-       Antar daerah (dalam satu negara), untuk ini apabila terjadi antar pulau dan akan bertempat tinggal lam (menetap) disebut : Transmigrasi.
Antar daerah (dalam satu pulau dari desa ke kota) disebur Urbanisasi.
            Perpindahan antar daerah kota yang agak berdekatan dan hanya untuk beberapa hari karena suatu sebab seperti berdagang, itu disebut Mobilisasi. Sebab-sebabnya antara lain :
1)      Alasan Ekonomi
Untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
2)      Alasan Politik
Pergolakan politik sehingga menyebabkan perpindahan penduduk
3)      Alasan Agama
Alasan kehidupan agama yang tidak bebas menyebabkan terjadinya gerakan penduduk ke daerah lain untuk mencari kesesuaian dan ketentraman hidup.

Dari uraian-uraian diatas dapat dirumuskan pertambahan penduduk sebagai berikut :
P          = ( f – m ) + ( e – i )

P : Pertambahan penduduk
f  : Fertilitas
m : mortalitas
e  : emigrasi

i   ; imigrasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar