BAB I
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR
1.
SEKILAS
TENTANG ILMU-ILMU SOSIAL, ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN ILMU-ILMU SOSIAL DASAR.
a.
Ilmu-ilmu
Sosial
Sumber dari
semua sumber ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Dari filsafat itu
kemudian lahirlah 3 cabang ilmu pengetahuan yaitu :
1)
Natural
Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi : fisika, Kimia, Astronomi, biologi,
botani dan lain-lain.
2)
Social
Sciences, (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, ekonomi, politik,
antropologi, sejarah, psikologi, geografi dan lain-lain.
3)
Humanities
(ilmu-ilmu Budaya) meliputi : bahasa, agama, kesusastraan, kesenian dan
lain-lain.
Wujud dan
kenyataan-kenyataan adanya perkembangan ilmu-ilmu Sosial di Indonesia sebagai berikut :
1.
Pertama-tama
didirikan di Yogyakarta suatu akademi ilmu politik.
2.
Didirikan
pula Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada pada tanggal 17 Februari 1946, mempunyai
dua fakultas yaitu Fakultas Satra dan Fakultas Sosial.
3.
Didirikan
Akademi Kepolisian.
Sesungguhnya
latar belakang berdirinya ketiga pendidikan tinggi tersebut lebih menekankan
pada pembentukan lembaga-lembaga pendidikan untuk mencetak kader-kader pengisi
jabatan tinggi di Pemerintah Republik Indonesia.
b.
Ilmu
Pengetahuan Sosial.
Social Studies atau Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan-tujuan
pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah (elementary dan
secondary school).
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
adalah bidang studi yang merupakan paduan (fusi) dari sejumlah mata pelajaran
sosial. Ilmu –ilmu sosial merupakan dasar dari IPS.
c.
Ilmu
Sosial Dasar.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah
suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi yang sejalan
dengan realisasi pengembangan ide dan pembaharuan sistem pendidikan yang
bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah Ilmu-ilmu
sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar
untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan
masyarakat.
Dilaksanakannya ISD sebagai mata
kuliah dasar umum (MKDU) disetiap perguruan tinggi negeri khususnya, tidak
berarti pengantar-pengantar ilmu sosial harus hilang dari kurikulum perguruan
tinggi. Pengantar-pengantar ilmu sosial masih dipertahankan, sebab ia mempunyai
misi memberikan pengetahuan teoritis ilmiah pada ilmu tertentu yang bersifat
subject-oriented.
2.
LATAR
BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR.
Latar belakang
diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai banyaknya kritikan-kritikan yang ditujukan
pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendekiawan terutama
sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan, mereka mengangap sistem pendidikan
yang tengah berlangsung saat ini berbau colonial dan masih merupakan warisan
sistem pendidikan pemerintah Belanda. Tenaga ahli yang dihasilkan oleh
perguruan tinggi diharapkan memiliki
tiga jenis kemampuan yang meliputi personal, akademik dan profesional.
Kemampuan
akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis,
menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis,
mempunyai kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah
yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif pemecahannya.
Kemampuan
profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahi yang bersangkutan.
Upaya-upaya
pembangunan yang dilaksanakan pada saat ini khususnya pada negara-negera
berkembang menghadapi tantangan yang berat antara lain :
Pertama : bobot penduduk yang mereka hadapi tidak
seberat yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkembang saat ini, terutama
Indonesia. Perkembangan penduduk yang tinggi telah menimbulkan berbagai masalah
dibidang sosial dan ekonomi.
Kedua : sebagai
pioneers. Negara-negara Barat tidak
menghadapi masalah pemilihan teknologi, kemajuan dalam bidang teknologi
komunikasi massa dan transportasi sudah sedemikian majunya, membawa pengaruh
yang besar terhadap intensitas kontak budaya dengan kebudayaan dari luar.
Ketiga :
hampir semua pioneers ditandai oleh sifat homogenitas daripada keadaan sosial
dan kulturalnya, sedangkan negara-negara berkembang saat ini terpaksa bergelut
dengan masalah nation building yang rumit, sementara pada saat yang sama
pembangunan ekonomi harus mereka laksanakan.
3.
ILMU
SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MKDU
Mata Kuliah
Dasar Umum di perguruan tinggi di Indonesia dikelompokkan menjadi 2 (dua)
bagian. Kelompok pertama diharapkan memberi dasar pedoman-pedoman untuk
bertindak sebagai warga negara yang terpelajar, yang meliputi mata kuliah :
1)
Agama
2)
Pancasila
3)
Pendidikan
sejarah perjuangan Bangsa
4)
Kewiraan
Kelompok kedua diharapkan dapat
membantu kepekaan mahasiswa, berkenaan dengan lingkungan alamiah, lingkungan
sosial dan lingkungan budaya, yang meliputi mata kuliah :
1)
Ilmu
Alamiah Dasar (IAD)
2)
Ilmu
Sosial Dasar (ISD)
3)
Ilmu
Budaya Dasar (IBD)
MKDU
bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut
:
a.
Taqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran
agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
b.
Memiliki
wawasan Sejarah Perjuangan Bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat
kebangsaan, mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa
dan bernegara, mempertinggi kebangsaan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana
Indonesia.
c.
Berjiwa
pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai
Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan
kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
d.
Memiliki
wawasan budaya yang luas dan tentang kehidupan bermasyarakat dan secara
bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang
lingkungan alamiah serta secara bersama-sama berperan serta di dalam
pelestariannya.
e.
Memiliki
wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyingkapi permasalahan
kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.
Tujuan
dari pendidikan umum di perguruan tinggi adalah :
1)
Sebagai
usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai
anggota masyarakat dan bangsa serta agama.
2)
Untuk
menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan
sosial yang timbul dalam masyarakat.
3)
Memberi
pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara
interdisipliner dan mampu memahami pikiran dari ahli-ahli berbagai ilmu
pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi.
Sebagai
mata kuliah dasar umum, Ilmu Sosial Dasar bertujuan membantu perkembangan
wawasan pemikiran dan pribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran
yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota
golongan terpelajar Indonesia.
4.
RUANG
LINGKUP PEMBAHASAN
Ruang lingkup pembahasan mata
kuliah Ilmu Sosial Dasar yaitu :
1)
Adanya
berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu
masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang
– bidang keahlian yang berbeda-beda.
2)
Adanya
beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing
mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah
laku sendiri.
Berdasarkan
Konsorsium Antar Bidang : ada 8 Pokok Bahasan
1)
Mempelajari
dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan
perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2)
Mempelajari
dan menyadari adanya masalah-masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3)
Mengkaji
masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya
sebagai pemuda dan mahasiswa.
4)
Mempelajari
hubungan antara warga negara dan negara.
5)
Mempelajari
hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
6)
Mempelajari
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat
pedesaan.
7)
Mempelajari
dan menyadari adanya pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya
integrasi masyarakat.
8)
Mempelajari
usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk
memanfaatkan kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
5.
MASALAH-MASALAH
SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR.
Pengertian masalah sosial ada dua
pengertian :
1)
Menurut
Umum atau warag masyarakat bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan
umum adalah masalah sosial.
2)
Menurut
para ahli. Masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud
dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat
menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.
Contoh : masalah pedagang kaki lima dikota-kota besar di Indonesia.
Masalah-masalah
sosial dapat di definisikan sebagai : Sesuatu kondisi yang mempunyai pengaruh
terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak
diinginkan atau tidak disukai dan yang karenanya dirasakan perlunya untuk
diatasi atau diperbaiki.
a.
Masalah-masalah
sosial dan Ahli Ilmu Sosial
Masalah-masalah sosial telah
menghantui manusia sejak adanya peradaban manusia, karena dianggap sebagai
pengganggu kesejahteraan hidup mereka. Sehingga merangsang para warga
masyarakat untuk mengidentifikasikan, menganalisa, memahami dan memikirkan
cara-cara untuk mengatasinya.
Sejumlah ahli ilmu-ilmu sosial
seperti Merton dan Nisbet (1961), Denzin (1973), Gerson (1969) dan Brodley
(1976), merasakan bahwa denganmenggunakan pendekatan masalah-masalah sosial
sebagai kerangkanya maka hakikat masyarakat dan kebudayaan manusia akan lebih
dapat dipahami.
b.
Masalah-masalah
Sosial dan Ilmu Sosial Dasar.
ISD sebagai mata kuliah menyajikan suatu
pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan
masalah-masalahnya dengan menggunakan suatu kerangka pendekatan yang melihat
sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan
kacamata subyektif. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif
akan mewujudkan adanya kepekaan mengenai masalah-masalah sosial yang disertai
dengan penuh rasa tanggungjawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat
ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.
BAB II
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN
KEBUDAYAAN.
1)
Masalah
Penduduk Dunia
Pada prinsipnya
pertambahan penduduk dunia yang meningkat sedemikian cepat merupakan suatu
acaman bagi kehidupan umat manusia itu sendiri. Dengan begitu semakin padatlah
penduduk planet bumi, seiring dengan itu, semakin sempit pulalah lahan buat
pemukiman dan pertanian. Selain lahan, mereka juga akan membutuhkan berbagai
sumber alam lainnya, untuk menunjang kebutuhan hidupnya.
Semakin banya
sumber-sumber alam yang dikonsumsikan oleh umat manusia, semakin cepat terkuras
pula cadangan sumber-sumber alam diperut bumi.
Pendek kata,
pertumbuha penduduk dunia secara eksponensial tidak saja akan menguras potensi
lahan dan sumber-sumber alam, diluar itu masih menambah beban berjuta, bahkan
bermilyar ton zat-zat polutan terhadap sistem ekologi di planet bumi ini.
2)
Konsep
Keseimbangan Dinamis
Baik pertambahan
penduduk yang meningkat dengan cepat, atau berkurangnya penduduk secara dratis
dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan menanggung resiko yang berat
bagi negara-negara di dunia. Oleh karena itu jalan keluar imbangan dinamis.
Konsep
Keseimbangan Dinamis berarti pertambahan populasi penduduk dapat terkontrol,
terukur, disamping dapat terpenuhi berbagai kebutuhan hidup yang menyangkut
kebutuhan material maupun spiritual.
Kebutuhan
material berkaitan dengan konsumsi sumber-sumber alam yang terpaut pada
kegiatan sosial ekonomi. Sedangkan kebutuhan spiritual menyangkut tentang
religi, kepercayaan dan kebudayaan.
3)
Penyelenggaraan
Pendidikan Kesehatan
a)
Pendidikan
Kurang lebih 50% anak –anak usia
sekolah di pedesaan negara-negara Afrika, Asia, Amerika Latin tidak dapat mengeyam
kesempatan pendidikan formal, karena tekanan ekonomi dan kemiskinan yang
melilit kehidupan mereka.
b)
Kesehatan
UNICEF memberikan prioritas
pelayanan kesehatan kepada anak-anak balita, yang terbagi dalam 4 program yaitu
:
1.
Mengikuti
pertumbuhan anak
2.
ASI
3.
Imunitas
4.
ORT
4)
Pengawetan
Tanah dan Air
Fokus usaha-usaha pengawetan tanah
dan air lebih dititikberatkan kepada usaha-usaha melestarikan hutan, antara
lain dengan sistem rotasi.
Diluar kawasan hutan usaha
penghijauan pekarangan, kebun jalur hijau dan taman-taman di lingkungan pada
umumnya. Menjaga kelestarian lahan pertanian di kaki dan lereng pegunungan
digunakan sistem sabuk lingkar gunung.
5)
Peningkata
Produksi Pangan
Program Bank Dunia periode 1985 –
2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertania sebesar 5%.. kredit Investasi
1975 – 1977 dalam program peningkatan produksi pangan di negara-negara
berkembang dialokasikan sebesar 7 milyar dolar, terbagi dalam 2 program yaitu
Proyek Pembangunan Pedesaaan dan Pembangunan Pertanian. Dari tahun ke tahun
alokasi kredit investasi Bank Dunia cenderung meningkat terus, sejajar dengan
perkembangan pembangunan pedesaan dan pembangunan sektor pertanian di
negara-negara berkembang.
6)
Faktor-faktor
Dasar Kependudukan
Yang menjadi faktor dasar terhadap
perkembangan jumlah penduduk dengan berbagai akibatnya adalah :
a)
Kelahiran,
yaitu besar kecilnya kelahirn disebut tingkat kelahiran.
Untuk menghitung tingkat kelahiran
ini ada dua cara yaitu :
(1)
Tingkat
kelahiran kasar atau Crude Birth Rute (CBR) dengan Rumus :
(2)
Tingkat
Kelahiran khusus pada kelompok umur tertentu = Age Specific Birth Rate (ASBR)
misal : kelompok umur penduduk : 15 – 19 tahun, 20 – 29 tahun dan sebagainya dengan rumus :
Jumlah kelahiran 1 tahun pada
kelompok umur per atau dibagi jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu, kali
(X) 1000.
Dari tingkat kelahiran penduduk
dapat digolongan menjadi :
a.
Termasuk
tinggi ; lebih 30 orang / 1000 penduduk.
b.
Termasuk
sedang ; 20 – 30 orang / 1000 penduduk
c.
Termasuk
rendah ; kurang dari 20 orang / 1000 penduduk.
b)
Kematian
yaitu besar kecilnya jumlah kematian disebut tingkat kematian.
Untuk menghitung tingkat kematian
ini ada dua cara : yaitu
(1)
Tingkat
Kematian Kasar / Crude Death Rate yang rumusnya :
Dapat
digolongan menjadi :
(a)
Tergolong
tingkat tinggi : lebih dari 19
orang / 1000 penduduk
(b)
Tergolong
tingkat sedang : 14 – 18 orang /
1000 penduduk
(c)
Tergolong
tingkat rendah : 9 – 13 orang /
1000 penduduk.
(2)
Tingkat
Kematian Khusus atau tingkat kematian pada kelompok tertentu umur tertentu,
misalnya : kelompok umur di bawah 1 tahun yang disebut Infant Mortality Rate.
Rumusnya ;
Dapat digolongkan menjadi 3 yaitu :
(a)
Tergolongan
sangat tinggi : lebih dari 125
orang / 1000 kelahiran
(b)
Tergolongan
sangat sedang : 75 – 124 orang /
1000 kelahiran
(c)
Tergolongan
sangat rendah : 35 – 74 orang /
1000 kelahiran
7)
Migrasi
atau Perpindahan
Perpindahan atau migrasi ada dua
macam :
a)
Migrasi
keluar = Out Migration = Emigrasi
b)
Migrasi
Masuk = In Migration = Migrasi
Rumus
:
Migari
netto (migrasi bersih), yaitu jumlah dari selisih Emigrasi dengan Imigrasi per
jumlah penduduk kali 1000.
Migrasi
menurut lokasi atau daerah dapat dibagi menjadi :
a)
Perpindahan
antar negara disebut Emigrasi/Imigrasi untuk bertempat tinggal tetap.
b)
Perpindahan
antar pulau dalam suatu negera disebut trasnmigrasi (tempat tinggal tetap).
Macam-macam
transmigrasi antara lain :
(1) Transmigrasi Umum
(2) Transmigrasi spontan
(3) Transmigrasi sektoral
(4) Transmigrasi ABRI
(5) Transmigrasi Bedol Desa dan sebagainya.
c)
Perpindahan
dari desa ke kota disebut urbanisasi yang hal ini sebagian besar lebih banyak
menimbulkan masalah kependudukan untuk daerah kota misalnya karena kurangnya
lapangan pekerjaan maka timbul pengangguran, volume kejahatan bertambah,
gelandangan dan sebagainya.
Sebab-sebab perpindahan :
Antara lain karena alasan ekonomi,
agama, politik dan sebagainya.
8)
Perkembangan
Penduduk
a)
Bagi
negara yang sedang berkembang.
Akan menimbulkan berbagai macam
problem atau masalah penduduk antara lain :
(1)
Rendahnya
Income perkapita penduduk, karena belum semua sumber alam dapat diolah sendiri
dan belum semua penduduk mendapat lapangan kerja.
(2)
Rendahnya
tingkat pendidikan masyarakat, karena untuk penyelenggaraan pendidikan
diperlukan biaya.
(3)
Penyebaran
penduduk yang tak merata. Antara pulau satu dengan pulau yang lain tidak sama
padatnya.
(4)
Tempat
tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran kehidupan yang layak dan higienis.
b)
Bagi
negara yang modern/Maju.
Bagi negara yang maju dengan
berbagai teknologinya itu maka masalah kependudukan yang timbulkan antara lain
:
(1)
Kurangnya
tenaga kerja manusia
(2)
Rendahnya
tingkat kelahiran dan sebagainya.
9)
Kebijakan
Pemerintah Terhadap Masalah Kependudukan.
Setiap pemerintah bertanggung jawab
terhadap kesejahteraan rakyatnya akan mengambil dan melakukan berbagai
kebijaksanaan dalam hal :
a)
Bagi
negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia kebijaksanaan ini pada umumnya
disesuaikan dengan falsafah padangan hidup daripada bangsa di negara itu
sendiri. Misalnya untuk Indonesia dengan melaksanakan :
(1)
Program
Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian
(2)
Program
Industrialisasi
(3)
Program
Pendidikan Kependudukan
(4)
Program
Keluarg Berencana
(5)
Program
Transmigrasi
b)
Tiap
negara pada saat ini bekerjasama di dalam mengatasi masalah kependudukan yang
pelaksanaanya menunjang kebijaksanaan kependudukan nasional.
Dalam
usaha mengimbangi pertambahan penduduk perlu hasil-hasil pertanian dan
peternakan dipelihara, dipertahankan dan ditambah (konseravasi), yang dapat
dilaksanakan dengan :
a)
Preservasi
: dalam hal ini diusahakan agar kualitas dan kuantitas hasil bumi diperbaiki
untuk masa –masa yang akan datang.
b)
Restorasi
: agar berhasil, hasil bumi dan ternak dapat tetap tinggi perlu dipelihara
sumber-sumber biotic dengan mencegah penyakit-penyakit tanaman dan hewan.
c)
Benefisiasi
: sumber-sumber alam tetap dipelihara kelangsungan fungsinya beserta
perkembangannya untuk proses pembangunan.
d)
Reklamasi
: penambahan hasil pertanian dapat dijalankan dengan mengubah tanah-tanah
improduktif menjadi produktif.
7)
Usaha-usaha yang dilaksanakan Kebijakan Kependudukan.
(1)
Usaha
Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pertanian
a)
Ekstensifikasi
Pertanian L untuk menambah hasil bumi, areal pertanian harus diperluas dengan
jalan membuka hutan (forest clearing) atau mengeringkan rawa-rawa.
b)
Intensifikasi
pertanian
Untuk perbaikan-perbaikan dalam
bidang bercocok tanam meliputi pemupukan, pengairan, pemilihan bibit unggul,
pembuatan teras sawah, rotasi tanaman dan lain-lain, dapat menambah kualitas
dan kuantitas produksi pertanian. Contoh daerah : Jawa, Madura dan Bali.
(2)
Transmigrasi
Pemindahan penduduk daerah padat ke
daerah yang tidak atau kurang padat dapat mengurangi populations pressure di
daerah pengirim, dan dapat menimbulkan daerah-daerah pertanian baru di daerah
yang menerimanya.
Daerah Pengirim Trasnmigrasi :
-
Jawa,
Madura, Bali
Daerah
Penerima :
-
Sumatera,
Kalimatan dan Sulawesi
Macam-macam
Transmigrasi :
1.
Transmigrasi
Umum
2.
Transmigrasi
Spontan
3.
Transmigrasi
Sektoral
4.
Transmigrasi
ABRI
5.
Transmigrasi
Bedol Desa
(3)
Industrialisasi
Industrialisasi diusahakan agar
kebutuhan penduduk dapat dilayani secukupnya dengan cepat dan merata tetapi
tidak mengurangi kualitas produksi, sehingga
dapat mengurangi penderitaan, menaikkan taraf hidup mengurangi
masalah-masalah sosial ekonomi.
(4)
Keluarga
Berencana
Dimulai dari tahun 1968 dan efektif
mulai tahun 1970.
a.
Sifat
Pelaksanaan Program Keluarga Berencana adalah sukarela bagi
pengikut/pesertanya. Tidak boleh ada paksaan dari Pemerintah maupun Petugas.
b.
Sarana
program KB
Adalah : masyarakat seluruh
Indonesia/terutama mereka pasangan suami istri/keluarga baik dikota – kota
maupun didesa-desa.
c.
Tujuan
Program KB
1.
Meningkatkan
derajat kesehatan masyarakay terutama anak, ibu dengan cara menjarangkan
kelahiran
2.
Mengurangi
laju pertambahkan penduduk agar dapat seimbang antara pertambahan penduduk
dengan produksi nasional.
d.
Usaha
Program KB meliputi :
1.
Menjarangkan
kelahiran
2.
Pengobatan
kemandulan
3.
Nasihat
perkawinan.
(5)
Pendidikan
Kependudukan
Peningkatan dan perluasan
pendidikan kependudukan dapat melalui berbagai lembaga pendidikan formal maupun
non formal (diluar sekolah) dengan menggunakan dan memanfaatkan secara efisien
dan efektif semua jenis saluran komunikasi dan mass media yang ada.
Maksud pelaksanaan pendidikan
kependudukan adalah agar masyarakat dapat mengubah cara berpikir dari cara
berpikir tradisional statis menuju cara berpikir yang rasional dinamis dan
bertanggungjawab terhadap besar kecilnya keluarga dalam memanfaatkan masa
produktifnya yakni dengan mencintai keluarga kecil yang bahagia, sejahtera,
tidak mencintai keluarga besar yang tanpa bahagia.
e.
Migrasi.
(perpindahan penduduk)
Migrasi adalah gejala gerak
horizontal untuk pindah tempat tinggal dan pindahnya tidak terlalu dekat,
melainkan melintasi batas administrasi, pindah ke unit administrasi yang lain,
misalnya kelurahan, kabupaten, kota atau negara. Dengan kata lain migrasi
merupakan perpindahan penduduk dari satu unit geografis ke unit keografis lainnya.
Unit geografis dapat berupa daerah administrasi.
Teori Migrasi.
1)
Teori
Gravitasi
Hukum-hukum migrasi antara lain (
Ravenstain tahun 1889) :
a)
Semakin
jauh jarak, semakin berkurang volume migran. (distandedecay theory)
b)
Setiap
arus migrant yang benar, akan menimbulkan arus balik sebagai gantinya.
c)
Adanya
perbedaan desa dengan kota akan mengakibatkan timbulnya migrasi.
d)
Wnaita
cendurung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya.
e)
Kemajuan
teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi.
f)
Motif
utama migrasi adalah ekonomi.
2)
Teori
Dorong – Tarik (Push-Pull Theory)
Dikemukakan oleh Everett S. Lee
pada tahun 1966, ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap seseorang dalam
mengambil keputusan untuk bermigrasi yaitu :
a)
Faktor-faktor
yang terdapat di daerah asal
b)
Faktor-faktor
yang terdapay didaerah tujuan
c)
Faktor-faktor
rintangan
d)
Faktor
pribadi
Faktor-faktor
yang terdapat didaerah asal maupun di daerah tujuan dapat bersifat positif
artinya mempunyai daya dorong atau mempunyai sifat negative artinya mempunyai
daya penghambat.
Faktor-faktor
yang menjadi daya dorong :
Kerusakan
sumber daya alam (erosi tanah, banjir, kekeringan, goncangan-goncangan iklim,
pertentangan sosial, politik, agama)
Faktor-faktor
yang mempunyai daya tarik :
Penemuan
sumber daya ( pertambangan, pendirian industry-industri, keadaan iklim dan
lingkungan yang menyenangkan).
Selain
jenis-jenis migrasi diatas, dikenal pula migrasi Internal dan migrasi
Internasional. Migrasi internal terjadi antara dua unit geografis dalam suatu
negara. Jenis-jenis migrasi di atas pada dasarnya termasuk ke dalam migrasi
internal. Migrasi internasional terjadi antara negara-negara.
Dalam
migrasi internasional selanjutnya dikenal konsep emigrasi dan imigrasi.
Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara asal atau pengirim;
pelakunya disebut emigrant. Imigrasi adalah migrasi internasional dipandang
dari negara penerima atau negara tujuan; pelakunya disebut imigrasi.
Rumusnya
:
Dapat digolongkan menurut lokasi
perpindahan, yakni :
-
Antar
negara, disebut emigrasi atau imigrasi. Kalau keluar ke negara lain disebut
emigrasi, tetapi kalau masuk atau datang dari negara lain adalah imigrasi.
-
Antar
daerah (dalam satu negara), untuk ini apabila terjadi antar pulau dan akan
bertempat tinggal lam (menetap) disebut : Transmigrasi.
Antar daerah (dalam satu pulau dari desa
ke kota) disebur Urbanisasi.
Perpindahan antar daerah kota yang
agak berdekatan dan hanya untuk beberapa hari karena suatu sebab seperti
berdagang, itu disebut Mobilisasi. Sebab-sebabnya antara lain :
1)
Alasan
Ekonomi
Untuk
mencari penghidupan yang lebih baik.
2)
Alasan
Politik
Pergolakan
politik sehingga menyebabkan perpindahan penduduk
3)
Alasan
Agama
Alasan
kehidupan agama yang tidak bebas menyebabkan terjadinya gerakan penduduk ke
daerah lain untuk mencari kesesuaian dan ketentraman hidup.
Dari
uraian-uraian diatas dapat dirumuskan pertambahan penduduk sebagai berikut :
P = ( f – m ) + ( e – i )
P
: Pertambahan penduduk
f : Fertilitas
m
: mortalitas
e : emigrasi
i ; imigrasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar